Bahaya Covid-19, Italia Berlakukan Lock Down

Scroll down to content

Negeri bekas negara Romania, Italia mendadak menjadi sunyi dan sepi. Ruang gerak warga dibatasi karena merebaknya virus Corona Covid-19.
Hingga Selasa, 10 Maret pukul 18.00 waktu setempat, jumlah kasus Virus Corona Covid-19 yang dilaporkan pemerintah Italia sebanyak 10.149. Dari angka itu, pasien yang positif sebanyak 8.514, sembuh 1.004, dan meninggal dunia 631 orang.

Pemerintah Italia melakukan kebijakan lockdown atau menutup akses seantero Negeri Menara Pisa. Tujuannya untuk mencegah sebaran Virus Corona meluas. Kebijakan ini berlangsung mulai 10 Maret hingga 3 April, usai diumumkan Perdana Menteri Giuseppe Conte pada Senin, 9 Maret sore waktu setempat.

Sekitar 60 juta penduduk Italia pun terisolasi. Semua restoran dan kafe wajib tutup pada sore hari. Sekolah dan universitas juga diliburkan. Bahkan, penggemar sepak bola pun harus bersedih karena Liga Sepak Bola Italia berhenti.

Untuk mempromosikan kebijakan ini, pemerintah Italia mengeluarkan slogan ‘Saya Tetap di Rumah’. “Kebiasaan kita perlu diubah,” ujar Conte. “Mereka sekarang diubah,” katanya seperti dilansir Liputan6.

Otoritas pemerintah juga mengeluarkan kebijakan agar orang-orang di Italia menjaga jarak minimal 1 meter.

Meski begitu, lockdown di Italia tak seketat Wuhan, China, pusat wabah Virus Corona. Masyarakat masih bisa bepergian ke wilayah lain dengan ketentuan khusus, yakni alasan kerja atau kesehatan yang valid.

Duta Besar RI untuk Italia Esti Andayani yang berada di Roma menyatakan, kebijakan lockdown dilakukan agar Virus Corona Covid-19 tidak menyebar karena aktivitas orang-orang yang berpergian. “Lebih fokus ke pencegahan, mengingat banyaknya orang yang bepergian dari satu wilayah ke wilayah lain.”

Ia mengungkapkan, kondisi di Italia saat ini relatif kondusif. “Tidak ada panic buying,” tegas Esti.

Ia menilai, warga Italia sudah paham penularan Virus Corona terjadi lewat kontak fisik dekat. Mereka yang ke restoran pun sudah saling memberi jarak, bahkan sebelum ada keputusan lockdown.

“Kemarin juga kalau ke restoran berempat diberi meja duduknya jauh-jauh,” ujar Esti.

Sumber :Liputan6.com
Foto : FLAVIO LO SCALZO/REUTERS

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: