Covid-19 Merupakan Pandemi Ketiga Bersejarah Sejak Tahun 1918

Scroll down to content

Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan virus Corona SARS-CoV2 telah menyebar hingga 119 negara dan menginfeksi lebih dari 119 ribu orang di dunia. Sebelumnya, virus ini dikategorikan sebagai wabah penyakit. Kemudian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 yang sebelumnya disebut sebagai wabah, berubah statusnya menjadi sebagai pandemi global. Pandemi merupakan wabah penyakit yang terjadi pada geografis yang luas atau menyebar secara global. Menurut WHO, pandemi tidak ada hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit, jumlah korban atau infeksi. Pandemi ini dilihat dari penyebaran geografisnya. Pandemi mengacu pada epidemi yang telah menyebar di beberapa negara atau benua, biasanya mempengaruhi sejumlah besar orang. Lalu, apakah perbedaan dari wabah, epidemi dan pandemi?

Wabah merupakan peningkatan jumlah kasus yang jelas terlihat meskipun skalanya kecil. Misalnya terdapat 15 anak, 2 diantaranya sehat dan 13 diantaranya terjangkit diare, maka  hal tersebut bisa diartikan sebagai wabah. Pada kasus corona ini, awal mulanya peningkatan jumlah kasus pneumonia mencuat di Wuhan, dan pemerintah mengkategorikannya sebagai wabah coronavirus tipe baru, yang kini diberi nama SARS-CoV-2. Ketika otoritas kesehatan mendeteksi adanya wabah, mereka langsung meluncurkan investigasi seperti gejala, siapa saja rentan terjangkit, berapa banyak yang sudah terjangkit.  Hal ini kemudian digunakan untuk mencari tahu cara terbaik mengurung wabah tersebut dan mencegah bertambahnya penderita baru.

Epidemi adalah wabah yang menyebar di area geografis yang lebih luas. Pada kasus Corona, sudah terlanjur banyak orang-orang di Wuhan yang terdeteksi mengidap SARS-CoV-2. Wabah tersebut sudah menyebar luas dan upaya pencegahan sudah terlambat, karena saat itu memang belum ada pengobatan atau vaksin yang tersedia. Kemudian, karena banyaknya yang terinfeksi SARS-CoV-2, statusnya naik menjadi penyakit bernama yang bernama Covid-19. Penyebaran luas Covid-19  di seluruh Cina berarti bahwa wabah di Wuhan telah berkembang menjadi epidemi. Pandemi adalah ketika epidemi sudah merajalela menyebar ke berbagai negara dan belahan wilayah dunia lainnya dan terjadi diluar kendali.

Pandemi merupakan tingkat tertinggi untuk darurat kesehatan global. Pada kasus Covid-19, hal ini menjadi pandemi karena satu orang yang terjangkit melakukan kontak dengan orang lainnya, dan orang-orang tersebut kemudian terjangkit lalu tidak sadar melakukan kontak lagi dengan orang lainnya dan seterusnya. Akibatnya, penularan secara global pun terjadi, bukan hanya di satu wilayah melainkan di berbagai belahan dunia lainnya. Ketika upaya pengendalian penularan tersebut akhirnya gagal, status epidemi pun dikategorikan sebagai pandemi global.

Penetapan resmi COVID-19 sebagai pandemi mendorong pemerintah dan badan-badan atau organisasi kesehatan, serta organisasi bantuan di seluruh dunia untuk mengubah upaya pengurungan. Tentunya hal ini akan berdampak pada sisi ekonomi, politik, dan masyarakat dengan skala global. Kasus Covid-19 merupakan pandemi ketiga di dunia yang bersejarah. Pandemi pertama merupakan kasus Influenza pada tahun 1918. Pandemi kedua adalah kasus Influenza H1N1 pada tahun 2009.

 

photo by the conversation

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: