Gejala Lupus – Terasa Lelah Bahkan Setelah Beristirahat

Scroll down to content

Systemic Lupus Erythematosus, atau biasa disingkat SLE adalah salah satu jenis penyakit lupus yang menyebabkan peradangan di hampir seluruh organ tubuh. Biasanya SLE terjadi di sendi, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, dan sel-sel darah. SLE adalah jenis lupus yang paling sering dialami orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kebanyakan orang dengan SLE dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kendala dengan melakukan pengobatan yang rutin. Gejala SLE sangat beragam, karena tergantung organ mana yang terkena lupus, dan dapat muncul dan berkembang secara perlahan.

Berikut adalah tiga gejala utama SLE yang selalu muncul, adalah :

  1. Rasa lelah yang ekstrem. Rasa kelelahan pastinya dapat mengganggu dan menghambat aktivitas. Bahkan setelah beristirahat yang cukup pun, tetap merasa lelah dan ini merupakan dampak negatif terbesar dari SLE.
  2. Ruam yang menyebar pada hidung dan wajah adalah ciri khas gejala SLE. Gejala ini dikenal dengan istilah ruam kupu-kupu (butterfly rash) karena bentuknya yang mirip sayap kupu-kupu. Ruam pada kulit akibat SLE dapat hilang atau membekas secara permanen, terasa nyeri dan gatal dan bertambah parah jika terpapar sinar matahari.
  3. Gejala utama lain dari SLE adalah rasa nyeri pada persendian tangan dan kaki. Rasa nyeri juga mungkin dapat berpindah dengan cepat dari sendi satu ke sendi lain. Tetapi SLE umumnya tidak menyebabkan kerusakan atau cacat permanen pada persendian.

Tidak semua gejala tersebut dialami oleh penderita SLE lainnya. Berikut adalah gejala-gejala lain yang dapat dialami oleh penderita SLE, seperti :

  • Sariawan berulang kali.
  • Demam, sakit kepala, migrain
  • Hipertensi
  • Limfadenopati
  • Rambut rontok dan mata kering.
  • Depresi dan nyeri pada dada.
  • Hilang ingatan.
  • Napas pendek akibat anemia, inflamasi paru-paru atau jantung.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki.
  • Jari-jari tangan dan kaki yang memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stres (fenomena Raynaud).
  • ebenarnya sampai sampai sekarang penyebab SLE masih belum diketahui. Namun, para ahli menduga bahwa faktor keturunan dan lingkungan dapat meningkatkan risiko terjadinya SLE.

Orang yang sering terkena sinar matahari, tinggal di lingkungan yang terkontaminasi oleh virus, atau sering mengalami stres lebih mungkin untuk terkena penyakit ini. Jenis kelamin dan hormon juga diduga merupakan bagian dari penyebab SLE. Hormon estrogen pada wanita ikut berperan dalam menyebabkan SLE. Namun, dibutuhkan banyak penelitian yang diperlukan untuk membuktikan teori ini. Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi SLE adalah:

  1. Berhenti merokok karena rokok dapat memburuk efek lupus pada jantung dan pembuluh darah.
  2. Mengatur pola makan yang sehat, seperti buah, sayur dan biji-bijian.
  3. Berolahraga teratur untuk mengurangi resiko serangan jantung dan membantu melawan depresi.
  4. Hindari paparan sinar matahari, karena sinar matahari memicu keluarnya bintik merah. Jangan lupa untuk menggunakan topi dan baju lengan panjang jika keluar rumah.
  5. Perbanyak istirahat, karena kelelahan pada orang lupus dan orang normal sangatlah berbeda. Kurangi kegiatan dan tidur siang yang cukup.

diolah dari berbagai sumber

Photo by Hello Sehat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: