Menyusul Italia, Denmark Lakukan Lockdown

Scroll down to content

Seperti Italia, Denmark mengikuti langkah pemerintah untuk mengisolasi negaranya. Denmark merupakan negara kedua di Eropa yang melakukan lockdown di negaranya. Di denmark, jumlah kasus cirus covid-19 terus bertambah. Sampai dengan saat ini, lebih dari 600 ribu orang terinfeksi virus corona. Perdana menteri Denmark, Mette Frederiksen telah mengumumkan untuk menutup seluruh sekolah dan universitas selama 2 pekan dimulai dari Rabu (11/3). Karyawan publik pun diberikan curi berbayar sedangkan karyawan swasta diminta untuk bekerja dari rumah. Pemerintah Denmark melarang adanya perkumpulan yang melebihi 100 warga.

Bukan hanya sekolah dan universitas yang dilakukan penutupan sementara, tetapi bar dan tempat hiburan malam juga dilarang untuk beroperasi sementara waktu. Karena diberlakukannya isolasi tersebut, pemerintah Denmark memberikan keringanan pajak sebesar 20 miliar AS atau setara dengan 280 triliun kepada para pemiliki perusahaan yang terkena imbasnya bagi perekonomian. Sebelumnya, Denmark tidak pernah melakukan kebijakan seperti yang dilakukannya sekarang. Kebijakan ini diumumkan setelah WHO menyatakan bahwa status corona menjadi pandemi yang sebelumnya hanya dikategorikan sebagai wabah. WHO mendesak pemerintah untuk meningkatkan kemanan dalam upaya memerangi penularan.

Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicle mengatakan bahwa kondisi ini kondisi yang paling dramatis yang pernah terjadi di Eropa. Tidak hanya Denmark, dua negara di wilayah Skandinavia yakni Norwegia dan Swedia juga diprediksi akan melakukan langkah yang sama dalam waktu dekat ini. Norwegia sendiri sudah menutup kedatangan turis-turis yang berdatangan ke negara tersebut. Sampai dengan saat ini, kasus corona di negara Skandinavia telah dilaporkan mencapai 1700 kasus, dan Swedia sudah melaporkan kematian pertama akibat Covid-19.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: