Ahli Sebut Deteksi Virus Corona di Indonesia Bisa Lebih Awal

Scroll down to content

Indonesia mestinya dapat mendeteksi jauh lebih awal penyebaran virus Covid-19 di Indonesia sejak pertama kali mewabah di China.Kendati demikian, imbauan tersebut menjadi kontroversi hingga akhirnya dua pekan lalu, pemerintah mulai mengumumkan dua pasien pertama yang positif Covid-19.

Dalam diskusi Menghadapi Covid-19 Coronavirus di Indonesia oleh Public Health Harvard Club Indonesia (HCI) Shared Interest Group, dr. Panji Fortuna Hadisoemarto, peneliti dan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Padjajaran mengatakan bagaimana Singapura dapat lebih cepat mendeteksi corona.

“Outbreak di China mulai diberitakan akhir Januari, lalu mulai terdeteksi di tempat-tempat lain. Di Singapura tidak lebih dari 2 minggu setelah kasus China, mereka sudah mendeteksi,” kata dr. Panji, Sabtu (14/3/2020).

Sedangkan di Indonesia, baru mengumumkan kasus infeksi Covid-19, pada hari ke-40 setelah wabah di China diumumkan. “Jika melihat dengan model epidemiologi untuk virus corona ini, mestinya secara teori, Indonesia sudah menemukan kasus, saat China mengumumkan kasusnya,” kata dr. Panji.

Panji bilang ada dua hal yang perlu dilihat dari kasus virus corona di China dan Indonesia. Dia menilai tampaknya kasus di Indonesia peningkatannya infeksi virus cenderung lebih banyak dari China. Apabila dilihat dari koefisien dan eksponensial infeksi virus SARS-CoV-2 di China sebesar 0,3 dan di Indonesia 0,35.

“Di hari ketujuh dan kedelapan, ada pelaporan kasus (Covid-19) yang sangat tajam. Secara absolut tidak banyak, hanya sekitar 6 sampai menjadi 19 kasus,” paparnya. Namun, secara relatif data ini hampir tiga kali lipat. Artinya, kata dr.Panji, besar kemungkinan kasus-kasus yang ditemukan komulatif dari sebelumnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada sebagian dokter dan perawat yang tertular virus Corona (COVID-19). Anies mengatakan pekerjaan dokter dan perawat memang paling berisiko tertular.

“Ini penting untuk selalu jaga suasana kondusif dokter-perawat kerja nonstop dan sudah ada sebagian mereka yang tertular COVID-19. Mereka yang tertular COVID-19. Mereka yang paling berisiko dalam menjalankan tugas untuk melakukan pembatasan atas penyebaran COVID-19. Semoga mereka semua sehat,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3/2020).

Sumber : Kompas dan Detik

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: