Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyurati Presiden Republik Indonesia Joko Widodo perihal penanganan penyakit Covid-19 di Indonesia. WHO secara resmi meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera melakukan langkah tegas, termasuk mendeklarasikan darurat nasional Covid-19. Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal WHO, Thedros Adhanom. Thedros juga mengapresiasi upaya-upaya pemerintah RI dalam menangani kasus corona ini. Thedros terus memantau langkah-langkah negara lainnya dalam melawan penyebaran virus ini. Di beberapa negara, WHO telah menemukan sejumlah kasus yang disembunyikan sehubungan dengan Covid-19. Hal ini justru menimbulkan penyebaran virus ini semakin meluas dan memakan banyak korban jiwa.

Oleh karena itu, WHO terus mendorong setiap negara untuk terus melakukan uji lobalatorium terhadap suspek corona. Hal ini dilakukan khususnya di negara-negara yang memiliki populasi besar, apalagi tidak ada kemerataan fasilitas kesehatan di setiap wilayah. Uji labolatorium tersebut untuk mendeteksi secara dini penyebaran virus tersebut agar dapat dilakukan upaya pencegahan, tidak hanya kepada orang yang melakukan kontak, tetapi juga merata semua orang dengan gejala influenza dan gangguan pernapasan. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dari 120 negara yang terkena imbas corona.

Maka dari itu, WHO merekomendasikan langkah tegas yaitu dengan cepat mendeklarasikan darurat nasional. Seperti yang kita ketahui, penyebaran corona selalu meningkat dari waktu ke waktu. Kerugian pun berimplikasi pada seluruh aspek, baik ekonomi dan sosial. Karena itu, Presiden Jokowi juga mengeluarkan keputusan tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Vorus Disease. Gugus tugas ini diketuai oleh Badan Kepala Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, dan berada dibawah tanggung jawab Presiden. Gugus tugas tersebut bertujuan untuk meningkatkan antisipasi perkembangan penyebaran Covid-19 dan memingkatkan pengambilan kebijakan operasional seperti meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi dan merespon terhadap Covid-19.

Saat ini, sudah banyak destinasi wisata yang sudah ditutup untuk umum selama 14 hari kedepan. Diantaranya adalah Kawasan Monas, Ancol, Kota Tua, Ragunan, TMII, Museum di Jakarta. Selama penutupan tersebut, akan dilakukan pembersihan dengan disinfektan. Tidak hanya itu, beberapa pusat perbelanjaan seperti Mal juga mengurangi mobilitas warga dengan melaksanakan langkah antisipasi yaitu jam operasional Mal. Salah satunya, Lippo Mall Puri St. Moritz yang telah memberlakukan jam operasional yaitu Pkl 11.00 – 20.00 WIB selama 30 hari kedepan. Seluruh Insan Peduli Indonesia, tetap jaga kesehatan yah dan kurangi berpergian untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: