Penggunaan Plastik Menjadi Topik di Hari Hak Konsumen 2020

Scroll down to content

Peringatan Hari Hak Konsumen Sedunia (International Consumers Right Day) diperingati setiap tanggal 15 maret, baik di Indonesia maupun 130 negara lainnya. Ditetapkannya Hari Hak Konsumen ini bermula dari ucapan Presiden Amerika, John F. Kennnedy di tanggal 15 Maret 1962 yang mengatakan bahwa kelompok ekonomi terbesar, mempengaruhi dan dipengaruhi oleh hampir setiap keputusan ekonomi publik dan swasta, namun mereka adalah satu-satunya kelompok penting yang pandangannya tidak didengar. Untuk itu dibentuklah sebuah organisasi yang memperjuangkan hak-hak konsumen internasional dan menetapkan tanggal 15 Maret tersebut menjadi hari hak konsumen sedunia. Tentunya peringatan hari hak konsumen merupakan momentum yang tepat sebagai pengingat untuk peningkatan perlindungan konsumen  dan mempelajari hak-haknya.

Hari Hak Konsumen 2020 ini mengusung mengenai keamanan makanan atau food safety dari makanan yang dikonsumsi. Isu pengemasan makanan yang higienis dan aman sudah mulai banyak disuarakan tapi belum cukup membangkitkan kepedulian dari konsumen. Salah satunya adalah plastik. Plastik merupakan material yang banyak digunakan dalam pengemasan makanan, karena praktis dan harganya lebih murah. Disisi lain, plastik juga disebut berkontribusi pada kerusakan lingkungan. Seperti yang kita ketahui, Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah per tahun, 14 persen diantaranya merupakan sampah plastik. Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk mengeluarkan sebuah kebijakan yang dapat mengakomodir semua kepentingan, baik pengusaha kecil atau UKMN. Hal tersebut nantinya akan berguna untuk pengemasan makanan yang aman, higienis dan dikemas dengan layak.

Pemerintah sendiri saat ini tengah menyiapkan kebijakan pelarangan penggunaan kantong plastik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, juga memberlakukan pemberhentian penggunaan kantong plastik melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019, yang mulai berlaku efektif pada Juli 2020. Kebijakan pengurangan plastik tentu harus ada solusinya, jangan sampai pada akhirnya kebijakan pemerintah tersebut menyebabkan adanya biaya tambahan, dan konsumen yang harus menanggungnya.

Di beberapa tempat sudah mulai diberlakukan penghentian penggunaan kantong plastik. Informasi pun sudah banyak diberikan untuk mengedukasi masyarakat menggunakan wadah lain yang ramah lingkungan. Untuk itu, tidak ada salahnya kita selalu bersiap dengan membawa tas cadangan kemanapun kita pergi. Barangkali tas tersebut akan berguna suatu hari nanti, kan? Nah, jika kamu tidak mau menggunakan tas, ada opsi lain yaitu kantong belanja yang bisa digunakan berkali-kali, dan banyak dijual dimana-mana.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: