Gangguan Pada Persendian, Cegah Gejala Kanker Pada Otot

Scroll down to content

Kanker sebenarnya memang dapat tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk pula pada jaringan lunak dan otot (Rabdomiosarkoma). Kanker sarkoma merupakan jenis kanker yang cukup langka dan merupakan kanker jaringan lunak yang terbentuk pada otot sendiri. Kanker tersebut terbentuk dari sel-sel jaringan pengikat dalam tubuh. Ini termasuk pula kanker pada otot, jaringan lemak, jaringan persendian, jaringan fibrosis organ, jaringan kulit dalam, jaringan ikat pembentuk truktur organ, hingga jaringan pembuluh darah. Sarkoma tidak terbentuk dari sel-sel yang berperan dalam  fungsi organ. Sedangkan Rabdomiosarkoma merupakan jenis kanker jaringan lunak yang spesifik terbentuk dari sel-sel otot yang berkaitan dengan rangka.

Rabdomiosarkoma terbentuk dari sel khusus bernama rhabdomyoblasts. Dimana rhabdomyoblasts adalah jaringan yang menjadi bagian dari penyusun jaringan otot utamanya yang terdapat pada jaringan ikat sekitar tulang. Sel rhabdomyoblasts ini bekerja aktif sejak seseorang di dalam kandungan. Otot akan terbentuk dari sel-sel rhabdomyoblasts matang untuk dapat membelah diri dengan sempurna. Namun, ketika sel-sel rhabdomyoblasts ini tidak menjadi matang sebagaimana seharusnya, maka sistem pembelahan diri dan pembentukan sel-sel otot lainnya akan terganggu dan menjadi abnormal. Inilah yang menjadi awal mula sel kanker mulai terbentuk.

Ada tiga kategori dari pembagian jenis kanker rabdomiosarkoma sesuai dengan asal perkembangannya dan tiga kategori tersebut antara lain:

1. Kanker Rhabdomyosarcoma

Kanker jenis ini terjadi pada anak-anak pada kisaran usia 5 tahun dan memiliki tingkat prognosis yang relatif tinggi. Kanker ini menyerang area kepala dan leher, saluran kencing dan organ vital.

2. Alveolar Rhabdomyosarcoma

Jenis rabdomiosarkoma yang satu ini lebih banyak menyerang usia remaja dan jauh lebih berbahaya. Lebih dominan menyerang area otot pada lengan, tungkai, kaki, dada dan perut. Jenis kanker ini memang lebih sering menyerang otot rangka

3. Pleomorphic Rhabdomyosarcoma

Jenis rabdomiosarkoma dengan prognosis yang relatif lebih rendah dibanding yang lain. Lazimnya penyakit Rabdomiosarkoma ini terjadi di usia dewasa dan acapkali terjadi pada otot rangka.

Berikut adalah sejumlah gejala kanker rabdomiosarkoma yang biasanya dirasakan oleh penderitanya :

  • Gejala kanker jaringan lunak pertama yang muncul adalah terbentuknya benjolan yang teraba disertai rasa nyeri, ketidak nyamanan untuk beraktivitas, seperti nyeri punggung atau nyeri pada leher. Gejala kanker ini juga dikenali dengan munculnya keluhan otot terasa lemah.
  • Adanya rasa tidak nyaman dan tekanan pada mata dan perubahan pada bentuk mata di satu sisi, seperti lebih besar, menonjol atau malah menyipit. Pasien juga bisa menjadi juling dan mengalami gangguan pada fokus.
  • Adanya gangguan pada fungsi nasal, misalnya mudah sakit kepala, nyeri telinga dan nyeri hidung. Gejala yang lainnya adalah hidung tersumbat yang terus menerus, penurunan pendengaran dan gangguan penglihatan.
  • Apabila kanker terbentuk pada area ¬†prostat, vagina, saluran kencing dan ginjal maka gejala kanker jaringan lunak yang dapat muncul adalah rasa tidak nyaman saat buang air kecil. Bisa jadi muncul darah pada urin disertai rasa nyeri ketika buang air kecil, buang air besar atau ereksi.

Gejala kanker jaringan lunak pada otot memang akan sulit dibedakan dengan gejala penyakit lainnya. Pengobatan kanker otot meliputi Kemoterapi, operasi, dan terapi radiasi. Secara umum, kemoterapi digunakan untuk mengobati kanker yang sudah tersebar di seluruh bagian tubuh. Apablila Anda terus menerus mengeluhkan sejumlah kondisi yang mirip dengan gejala seperti yang disebutkan di atas, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis secepatnya.

sumber: diolah dan diambil dari sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: