Akhirnya Singapura Berstatus Lock Down

Scroll down to content

Akhirnya Singapura memberlakukan menetapkan status Lockdown untuk negaranya Peraturan baru ini akan dimulai di hari Senin, 16 Maret 2020. Singapura termasuk salah satu negara yang memiliki sistem efektif dalam mengidentifikasi setiap kasus virus corona melalui situs resmi. Pemerintah Singapura juga menjamin seluruh biaya perawatan kesehatan yang terkait dengan penyakit ini akan digratiskan. Presiden Singapura, Halimah Yacob juga dengan sukarela memotong gajinya satu bulan demi memberi bonus kepada para petugas medis serta pejabat publik yang menangani corona dan menginstruksikan seluruh menteri dan anggota parlemen untuk melakukan hal serupa. Singapura mampu melacak aktivitas pasien corona sebelum diketahui positif Covid-19, termasuk melacak riwayat perjalanan mereka.

Dengan diberlakukannya lockdown, turis yang hendak memasuki negara Singapura, khususnya pendatang dari negara Jepang, Swiss, Inggris, dan negara-negara Asean lainnya harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dengan menunjukkan bukti lokasi berdiam diri dalam dalam periode itu. Isolasi mandiri tersebut bisa dilakukan di hotel, rumah, atau kediaman kerabat di Singapura. Pemeriksaan juga akan dilakukan kepada pendatang yang tidak menunjukan gejala terinfeksi. Pemerintah Singapura turut meregulasi Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dan tidak memegang izin tinggal jangka panjang dan berlaku bagi seluruh warga negara Singapura maupun pengunjung biasa.

Akan tetapi, Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong mengecualikan satu negara, bahwa kebijakan “14-day stay-home notice” tidak berlaku bagi pendatang dari perbatasan Malaysia, baik bagi warga Singapura mau pun Malaysia yang melintas di perbatasan dua negara. Hal ini dilakukan mengingat tingginya arus lalu-lalang manusia melintas di titik pemeriksaan perbatasan, selain karena besarnya saling ketergantungan di antara dua negara. Perlu diketahui bahwa terdapat sekitar 300.000 orang yang biasanya melintasi perbatasan darat dan laut Singapura dan Malaysia setiap harinya.

Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center pun sudah dipadati warga Batam yang hendak membeli tiket kapal ferry tujuan Batam – Singapura baik untuk kegiatan bisnis atau urusan internal. Sejumlah loket penjualan tiket pun sudah memberlakukan 3 syarat yang harus dilengkapi oleh calon penumpang, yaitu harus memiliki izin tinggal sementara, permanen Resident dan memiliki visa pelajar Singapura. Salah satu dari ketiga syarat tersebut wajib dimiliki. Peraturan ini akan berlaku selama 30 hari ke depan dan dievaluasi kemudian.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: