Gangguan Motorik dan Sensorik Bisa Jadi Gejala Tumor Otak Primer

Scroll down to content

Astrositoma merupakan tumor otak primer yang berasal dari sel astrosit yang berbentuk bintang yang membentuk jaringan penyokong otak dan membantu menghantarkan informasi antar sel saraf. Tumor primer merupakan tumor yang berasal dari jaringan otak sendiri, dan bukan merupakan hasil persebaran dari bagian tubuh lainnya. Berikut adalah jenis-jenis dari  astrositoma tersebut adalah:

· Grade I Astrositoma (Pilocytic Astrocytoma)

Sering kali dianggap tipe astrositoma paling jinak. Bersifat lambat dalam pertumbuhan dan tidak menyebar, walau dapat mencapai ukuran besar. Jarang kambuh setelah dibuang. Biasanya ditemukan pada bagian serebelum otak yang mengatur keseimbangan atau jalur optik yang berhubungan dengan fungsi penglihatan.

·  Grade II Astrositoma (Diffuse Astrocytoma)

Bersifat lambat dalam pertumbuhan, namun memilik batas yang kurang tegas sehingga sering kali menyulitkan saat akan dibuang. Terkadang dapat kembali kambuh walaupun telah dibuang.

· Grade III Astrositoma (Anaplastic Astrocytoma)

Bersifat tumbuh secara cepat, selain itu memiliki batas serupa tentakel yang seringkali tumbuh ke jaringan sekitarnya sehingga sulit untuk dibuang sepenuhnya. Sering kali kambuh setelah pengobatan dalam bentuk lebih lanjut, misalnya grade IV astrositoma. Dianggap malignan atau ganas.

·Grade IV Astrositoma (Glioblastoma)

Terdiri dari dua jenis, primer dan sekunder. Primer merupakan bentuk yang paling umum ditemukan, dan bersifat sangat agresif. Sekunder merupakan hasil dari evolusi tumor grade lebih rendah.

Penyebab pasti dari Astrositoma tergantung dari gen manusia yang mengatur bagaimana sel dalam tubuh tumbuh dan membelah. Adanya mutasi gen dapat menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali, sehingga menyebabkan timbulnya tumor. Dibawah ini merupakan gejala yang mungkin dikeluhkan penderita astrositoma, antara lain :

  • Kelainan kesadaran dan status mental
  • Masalah kognitif
  • Hilangnya memori
  • Perubahan perilaku dan mood
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah, kehilangan nafsu makan
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan motorik
  • Gangguan sensorik
  • Gangguan bicara
  • Kejang, dapat berupa kedutan pada wajah, lengan, dan kaki
  • Ataksia

Kemungkinan pengobatan yang dapat ditawarkan untuk penderita arisitoma adalah dengan :

  1. Pembedahan, yang bertujuan untuk membuang seluruh atau sebagian dari astrositoma.
  2. Terapi radiasi, untuk dapat diberikan setelah pembedahan.
  3. Kemoterapi.
  4. Pengobatan simtomatik untuk mengatasi kejang, atau kortikosteroid untuk membantu mengurangi pembengkakan.

Umumnya, pada tumor grade I pembedahan cukup untuk membuang seluruh astrositoma. Namun pada grade II, tumor sering kali sulit untuk dibuang melalui pembedahan secara keseluruhan. Untuk itu dapat ditambah radiasi untuk mengatasi tumor yang tidak dapat dibuang. Sementara itu pada grade III umumnya akan ditangani dengan pembedahan dilanjutkan dengan radiasi. Kemoterapi dapat ditambahkan setelah radiasi atau bila terjadi kekambuhan. Pada grade IV, biasanya disarankan melakukan pembedahan dilanjutkan radiasi dan kemoterapi. Setelah menjalani pengobatan, penderita astrositoma perlu menjalani kontrol rutin untuk mengawasi terjadinya kekambuhan.

sumber: diolah dari sumber sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: