Pentingnya Melakukan Social Distancing

Scroll down to content

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan kepada masyarakat untuk melakukan social distancing. Lalu, seperti apakah social distancing yang dimaksud tersebut? Social distancing merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan, memperlambat atau menghentikan penyebaran suatu penyakit atau virus. Tentunya Presiden mempunyai wewenang untuk menerapkan langkah-langkah dalam social distancing, karena dampaknya akan sangat besar bagi komunitas. Strategi social distancing termasuk mengisolasi orang yang terinfeksi, mengkarantina orang yang mungkin telah terinfeksi, dan memisahkan orang satu sama lain secara umum. Social distancing saat ini menjadi salah satu cara yang dapat kita lakukan dalam mengantisipasi tertularnya Covid-19.

Banyak faktor pendukung yang berkontribusi terhadap jumlah reproduksi virus corona yang akan membuat banyak orang yang terinfeksi apabila tidak melakukan social distancing. Dikutip dari pemilik Instagram bernama Edward Suhardi, cara kerja virus tersebut adalah orang yang tertular akan menularkan kembali virus tersebut ke orang lainnya. Tentu, akan ada banyak orang yang akan tertular disaat yang bersamaan. Ketika seluruh orang tersebut sama-sama diobati, karena tingginya tenaga medis yang dibutuhkan, pada prosesnya akan ada banyak yang meninggal karena tidak semua orang dapat disembuhkan secara maksimal. Orang-orang yang sudah sembuh tersebut, akhirnya tubuhnya sudah mempunyai imuntias.

Sebuah virus atau wabah, akan berhenti menular ketika cukup banyak orang yang tertular karena virus tersebut, dan ketika tubuh sudah mempunyai imunitas tersebut, virus tidak akan lagi mempunyai tempat untuk ditularkan kembali. Nah, disaat inilah social distancing dibutuhkan. Jika semua bebas bergerak dalam arti bebas beraktifitas dan sebagainya, maka akan ada seseorang yang tertular dan seseorang tersebut akan menularkan virus tersebut ke seluruh orang, dan ini berbahaya. Jika semua orang tersebut tidak dapat dirawat karena kekurangan tenaga medis, maka potensi yang meninggal pun akan besar. Dengan adanya lockdown, potensi tertular semakin berkurang, sehingga orang-orang tidak akan tertular bersamaan. Untuk yang tertular, akan dirawat semaksimal mungkin, sehingga potensi untuk sembuh pun besar.

Jangan lupa, untuk yang tertular potensi sembuh juga bergantung pada kondisi tubuh apakah mengidap penyakit bawaan sebelumnya. Beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa yang meninggal akibat covid-19 mempunyai penyakit bawaan seperti jantung, diabetes dan kanker. Saat ini, social distancing betul-betul diperlukan, seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Jokowi, jika bisa lakukanlah pekerjaan, ibadah, sekolah dan aktifitas lainnya dari rumah. Jauhi kerumunan umum, seperti pusat perbelanjaan dan bioskop.

“Berperilakulah seolah-olah kita sudah kena virusnya, dan kita menjaga supaya orang lain tidak tertular”.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: