Jangan Biarkan Lupus Menyerang Organ Tubuh Lainnya

Scroll down to content

Lupus adalah salah satu penyakit yang paling dikenal diantara seratusan penyakit autoimun.  Istilah medisnya biasa dikenal dengan sebutan Lupus Eritematosus Sistemik (LES). Eritema artinya adalah kemerahan, sedangkan sistemik artinya tersebar ke berbagai organ tubuh. Dalam keadaan normal sistem imun atau kekebalan tubuh bertugas untuk mempertahankan diri terhadap ancaman dari luar seperti bakteri, virus, parasit atau jamur tetapi pada penyakit autoimun terjadi sebaliknya. Sistem imunnya menyerang organ-organ tubuhnya sendiri. Lupus terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :

  1. Lupus Diskoid, yaitu bercak kemerahan seperti uang logam di kulit muka atau bagian badan lainnya termasuk kulit kepala. Jenis lupus ini jinak, jarang berkembang menjadi lupus sistemik.
  2. Lupus Eritemaosus Sistemik (LES), atau Sistemic Lupus Erythematosus (SLE), selain mengenai kulit  yang biasanya berupa kemerahan ( eritema ), juga menyerang organ-organ tubuh lainnya.
  3. Drug Induced Lupus, yaitulupus imbas obat. Biasasanya terjadi karena pasien mengkonsumsi obat-obatan tertentu, seperti procain amide, hydralazine atau methyldopa jangka panjang.

Beratnya penyakit lupus berbeda-beda dari satu penderita ke penderita lainnya dan perjalanan penyakitnya ditandai dengan masa remisi (sembuh sementara) dari  keadaan aktif kemudian sewaktu-waktu kambuh kembali (flare). Lupus dapat membahayakan penderita bila menyerang organ tubuh yang penting seperti otak, ginjal atau darah. Meskipun demikian bila diketahui stadium awal, dan pengobatan yang baik, perbaikan dan pengendalian penyakit masih mungkin dilakukan, sehingga penderita masih dapat menikmati hidupnya dengan baik.

Survey telah membuktikan bahwa  90% penderita lupus adalah perempuan, sisanya laki-laki. Pada umumnya awal menderita lupus pada usia 15-45 tahun. Lupus dapat terjadi pada waktu bayi atau usia lanjut. Tidak diketahui penyebab penyakit lupus, tetapi banyak pakar menduga ada pengaruh gen turut berperan dan faktor lingkungan, seperti infeksi virus, obat obatan, cahaya ultra violet yang berlebihan, stres psikis, kelelahan yang berlebihan dan lainnya.

Lupus memberikan gejala yang sangat bervariasi, sehingga gejala bisa berbeda dari satu penderita dengan penderita yang lain. Demikian pula gejala bisa bersifat akut atau menahun yang hilang timbul diselingi masa remisi (tenang atau sembuh sementara). Gejala juga bisa bersifat umum atau khusus yang  mengenai organ-organ tertentu.

Semua orang wajib waspada terhadap gejala Lupus. Jika terjadi hal-hal seperti gejala seperti salah satu dibawah ini, maka kunjungilah dokter Anda untuk diperiksa dan ditangani dengan segera.

  1. Sensitif terhadap sinar matahari. Terjadi perubahan warna kulit, timbul kemerahan atau ruam (rash) bila terkena matahari. Di kedua pipi dan hidung seperti gambar kupu–kupu (butterfly rash) dan di kulit lengan.
  2. Sariawan tak kunjung sembuh dan tidak biasa tempatnya. Terutama di atap rongga mulut dan tenggorokan.
  3. Nyeri dan bengkak di persendian. Terutama di lengan tungkai. Serta menyerang lebih dari dua sendi (artristis).
  4. Nyeri dada. Terutama saat berbaring dan menarik napas panjang karena peradangan di paru–paru dan jantung.
  5. Kejang atau kelainan saraf.
  6. Kelainan saat pemeriksaan di laboratorium, kurang darah (anemia), jumlah sel darah putih rendah, jumlah sel pembekuan darah (trombosit) rendah.
  7. Kelainan hasil pemeriksaan ginjal. Ada kelainan pemeriksaan di urine protein.

Oleh: Prof. Dr. dr. Heru Sundaru, SpPD, K-AI

Photo by HaloDoc

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: