Apa Yang Terjadi Jika Tubuh Tidak Bisa Melawan Infeksi?

Scroll down to content

Sepsis meruapkan komplikasi yang jarang terjadi, tetapi bisa sangat berbahaya dari suatu penyakit. Saat infeksi terjadi, tubuh akan menghasilkan berbagai senyawa kimia agar bisa melawan infeksi. Senyawa kimia inilah yang merupakan hasil dari suatu respon peradangan yang mengakibatkan serangkaian perubahan pada fungsi tubuh, sehingga kerusakan berbagai sistem organ pun bisa terjadi. Pembekuan darah selama sepsis mengurangi aliran darah ke anggota tubuh dan organ-organ internal, menghilangkan nutrisi dan oksigen. Jika parah, sepsis bisa menyebabkan kegagalan pada organ-organ lainnya. Pada kasus lain, infeksi bisa menyebabkan penurunan tekanan darah dan mengancam jiwa yang disebut syok septik. Hal ini dapat dengan cepat menyebabkan kegagalan beberapa organ seperti paru, ginjal, dan hati.

Gejala penyakit sepsis biasanya muncul setelah bagian tubuh mengalami infeksi ataupun luka, dengan gejala-gejala seperti :

  • Laju pernapasan lebih dari 20 kali per menit.
  • Suhu tubuh di atas 38.3ºC atau bahkan dibawah 36ºC
  • Detak jantung lebih dari 90 kali per menit.

Sementara sepsis pada balita harus diwaspadai jika menimbulkan indikasi:

  • Tidak nafsu makan.
  • Muntah darah
  • Tidak buang air selama 12 jam.
  • Uring-uringan.

Apabila sepsis tidak segera ditangani, maka akan bertambah parah, sehingga dapat menimbulkan kegagalan fungsi organ tubuh, seperti:

  • Nyeri otot yang parah.
  • Sakit perut.
  • Pingsan.
  • Tekanan darah yang menurun secara drastis.
  • Kulit menjadi dingin dan pucat.
  • Penurunan jumlah produksi urine dan frekuensi buang air kecil.

 Jenis infeksi yang disebabkan oleh penyakit sepsis, berupa pneumonia, infeksi pada lapisan perut sebelah dalam, penyakit usus buntu, infeksi saluran kemih, infeksi setelah operasi, meningitis, infeksi pada tulang dan infeksi pada jantung. Sedangkan faktor risiko sepsis bisa terjadi pada semua orang yang mengalami infeksi, pada sekelompok orang seperti:

  • Ibu hamil.
  • Bayi, anak-anak dan manula.
  • Mengidap penyakit jangka panjang.
  • Orang yang menggunakan alat-alat medis.
  • Orang yang mempunyai luka.
  • Mengidap penyakit parah yang sering dirawat di rumah sakit.

Potensi penyakit sepsis dapat disembuhkan jika belum menyebar ke organ-organ vital lainnya, dengan menjalani pengobatan dari rumah. Namun, jika sudah parah, maka harus menjalani penanganan di ruang perawatan intensif atau ICU, agar organ-organ vital dapat ditunjang dengan bantuan peralatan medis selama infeksi ditangani. Berikut merupakan langkah-langkah berikut untuk mencegah sepsis:

  • Biasakan mencuci tangan untuk mencegah perpindahan dan penumpukan mikrobia.
  • Konsumsi makanan bergizi dan bernutrisi tinggi untuk mengoptimalkan kerja sistem kekebalan tubuh.
  • Pastikan makanan diolah dengan benar untuk menghilangkan mikrobia.
  • Rawatlah luka dengan baik agar terhindari dari infeksi.
  • Bersihkan meja atau tempat yang sering disentuh dengan disinfektan untuk membunuh mikrobia.

Sumber: diambil dari sumber-sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: