Covid-19 di Italia, Rasis Dulu Berterima Kasih Kemudian

Scroll down to content

Baru beberapa waktu lalu, negara Italia memperlakukan warga dan turis yang berasal dari China maupun warga Indonesia yang berwajah cina secara rasis karena wabah Corona.  Orang China dituduh menjadi penyebab mewabahnya virus tersebut di Italia. Warga Italia melarang pelanggan berkebangsaan China untuk makan di restoran mereka, siswa yang kebangsaan dari Asia Timur tidak diperbolehkan menghadiri kelas, bahkan warga China yang mempunyai usaha disana pun ikut merasakan dampaknya. Karena wabah yang terus menyebar di Italia, akhirnya pemerintah mengeluarkan status lockdown sampai dengan 3 April mendatang.

Kasus rasisme ini memancing amarah berbagai pihak, terutama karena melibatkan anak-anak. Italia yang kala itu meminta bantuan pada Jerman, ditolak mentah-mentah oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel. Merkel menolak untuk memberikan bantuan materi ke Italia, karena 70% populasi di Jerman saat itu berpotensi terjangkit Covid-19. Menteri Luar Negeri di China, Wang Yi akhirnya memutuskan untuk membantu Italia setelah berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio. Pada akhirnya, China lah yang mengirimkan bantuan ke Italia, meskipun China sendiri masih membutuhkan perlengkapan medis dalam kuota yang besar. Otoritas China mengirimkan tim pakar medis, berton-ton pasokan obat dan alat bantu medis.

Warga Italia juga tak lupa mengucapkan berterima kasih kepada China yang telah mengirimkan tim medis ke negaranya untuk membantu mengatasi pandemi ini. Bahkan lagu Nasional China sempat dimainkan dalam  balkon di sebuah area permukiman di Roma menggunakan pengeras suara untuk mengucapkan terima kasih kepada China. Ucapan terima kasih ini sekaligus untuk mengungkapkan penyesalannya yang mendalam dari warga italia akibat sikap rasis mereka sebelumnya. Seperti yang telah kita ketahui, Italia merupakan negara kedua terbesar terjangkit virus corona, setelah China. China juga menyarankan kerjasama global untuk memerangi pandemi ini serta memberikan bantuan kepada negara-negara yang membutuhkan.

Inilah yang dinamakan rasa kemanusiaan melampaui batas, suku, ras, dan agama. Salut.

Saat ini, Rumah Sakit rujukan pemerintah sangat membutuhkan alat-alat medis perlindungan diri untuk para dokter, perawat, petugas medis lainnya untuk dapat terus mengawasi pasien terinfeksi. Karena adanya kelangkaan pada alat-alat tersebut, Peduli Sehat mengajak seluruh Insan Peduli untuk ikut berkontribusi terhadap para tenaga medis Indonesia. Seluruh donasi yang terkumpul seluruhnya akan diberikan untuk membeli perlengkapan medis untuk RS rujukan Covid-19. Donasi bisa kamu lakukan melalui link https://pedulisehat.id/pejuangcorona

Photo by Guideku.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: