Ketahui Penyebab dan Gejala Jaundice atau Penyakit Kuning

Scroll down to content

Jaundice  bukan merupakan sebuah penyakit, melainkan suatu kondisi yang muncul sebagai tanda dan gejala yang mendasari penyakit tertentu. Penyakit kuning atau Jaundice merupakan suatu kondisi medis ketika terjadinya perubahan warna menjadi kekuningan pada kulit, bagian putih dari mata, dan juga membran mukosa seseorang. Penyakit kuning sendiri terjadi karena kadar bilirubin dalam sirkulasi darah seseorang meningkat.  

Faktor risiko terjadinya jaundice kembali bergantung pada penyakit yang mendasarinya. Beberapa penyakit seperti thalasemia dan penyakit sel darah bulan sabit merupakan penyakit yang didapatkan sejak lahir dan memiliki kaitan yang erat dengan genetika. Penyakit infeksi lain, seperti hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C juga bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit kuning.

Penyebab terjadinya jaundice dapat dibagi berdasarkan tiga golongan, yaitu:

1. Masalah pada Pre-Produksi (Pre-Hepatik)

Masalah ketika terjadinya peningkatan bilirubin akibat pemecahan sel darah merah berlebihan di dalam pembuluh darah.

  • Thalasemia, yakni suatu kondisi kelainan darah ketika sel darah merah yang terbentuk tidak sempurna, sehingga mudah hancur.
  • Penyakit sel darah bulan sabit. Suatu kondisi kelainan darah ketika bentuk keping darah yang seharusnya berbentuk bulan justru memiliki bentuk yang menyerupai bulan sabit. Hal itu berdampak pada kinerja sel darah merah yang tidak sempurna.
  • Malaria.

2. Masalah pada Produksi (Hepatik)

  • Infeksi virus, seperti hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, dan infeksi virus Epstein-Barr.
  • Terjadinya penyakit sirosis pada hepar atau berubahnya struktur hepar menjadi keras dan sudah tidak bisa berfungsi secara normal.
  • Kanker, merupakan sebuah keganasan pada hepar.

3. Masalah pada Post-Produksi (Post-Hepatik)

  • Batu empedu akan menyumbat saluran empedu membuat bilirubin yang sudah diproduksi terperangkap di dalam kantung empedu dan tidak dapat keluar.
  • Infeksi/radang pada kantung empedu.
  • Pankreatitis atau infeksi atau peradangan pada pankreas.
  • Kanker kantung empedu.

Gejala yang dapat muncul selain perubahan kulit, mukosa membran dan mata bergantung dari penyakit yang mendasarinya. Namun, beberapa hal berikut dapat ditemukan di pasien, seperti:

  • Urine dengan warna kecokelatan seperti air teh
  • Warna feses yang terang atau bisa menyerupai warna dempul
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut
  • Demam.
  • Mual dan muntah

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Kemudian, pemeriksaan penunjang lainnya dilakukan untuk mengetahui dengan pasti kadar bilirubin dalam darah dan menegakkan diagnosis pasti serta menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya, antara lain:

  • Pemeriksaan laboratorium darah.
  • Pemeriksaan apusan darah tepi.
  • Ultrasonografi
  • Biopsi.

Pengobatan terhadap penyakit kuning atau jaundice tergantung pada penyakit yang mendasarinya. Pada infeksi hepatitis A karena merupakan sebuah infeksi yang dapat sembuh dengan sendirinya, pasien hanya memerlukan terapi suportif, tirah baring, banyak minum air, dan tidak memerlukan antibiotik karena penyebabnya adalah virus.

Berbeda dengan infeksi hepatitis C yang sudah ada obatnya, infeksi hepatitis B masih sangat sulit diobati, berbagai penelitian masih dilakukan, tetapi sampai saat ini belum ada obat yang dapat dengan pasti menyembuhkan penyakit hepatitis B ini.

Penyakit sirosis hepar merupakan komplikasi akibat hepatitis C. Setelah pengidap jatuh dalam kondisi ini, maka satu-satunya terapi definitif yang dapat dilakukan adalah transplantasi organ hepar. Namun, transplantasi hepar sangat sulit dilakukan dan terapi lainnya hanya berupa terapi suportif.

Pembedahan dapat dilakukan bagi pengidap keganasan (kanker) dengan melakukan pengangkatan pada tumor maupun organ terkait. Pengiap dengan batu empedu juga dapat menempuh jalur pembedahan untuk mengangkat seluruh kantung empedu beserta dengan batunya.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan juga tergantung dari penyakit apa yang mendasari kondisi dari jaundice ini, umumnya :

  • pre marital check up sebelum menikah
    • Konseling pra-nikah bisa dilakukan untuk mencegah beragam penyakit yang berhubungan dengan genetika.

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi juga dapat dicegah dengan vaksinasi dan dengan memodifikasi gaya hidup agar memiliki gaya hidup yang bersih dan sehat. Gaya hidup perlu diatur dari pola makan, kebiasaan berolahraga teratur, tidak merokok, menghindari narkoba, serta menghindari tato dan tindik.

Sumber: HaloDoc

Photo by VeryWellHealth

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: