Indonesia Akan Lakukan Rapid Test Seperti Korea Selatan

Scroll down to content

Presiden RI, Joko Widodo akhirnya memutuskan untuk meniru langkah Korea Selatan dengan melakukan pemeriksaan Corona secara massal atau rapid test. Pemeriksaan ini akan dilakukan secara massal di Indonesia dengan tujuan agar deteksi dini indikasi awal jika terpapar virus tersebut dapat dilakukan. Sementara itu, Kementrian Kesehatan akan terus berupaya untuk memperbanyak alat pemeriksaan dan tempatnya. BUMN, TNI Polri hingga swasta pun turut membantu untuk segara dilaksanakannya hal ini. Presiden Jokowi juga sudah meminta agar protokol kesehatan dibuat sedemikian jelas agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dari pemeriksaan ini, tentunya akan diketahui, siapa saja yang memerlukan tindakan isolasi dari rumah sakit dan siapa saja yang bisa melakukan isolasi mandiri dari rumah. Rapid test sendiri bukan menggunakan metode swab. Metode swab adalah metode yang digunakan dengan mengambil cairan di tenggorokan. Pemeriksaan ini akan dilakukan dengan pengambilan sampel darah, sehingga tidak memerlukan pemeriksaan labolatorium pada Biosecurity level II. Hal ini tentu saja menjadi suatu keunggulan, karena dapat dilaksanakan serempak di seluruh wilayah Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun sangat mendukung hal ini dan akan melaksanakannya secara tertib dan rapi. Seluruh jajaran dinas kesehatan, aparat pemerintah, pemerintah provinsi, polda metro jaya hingga kodam jaya, dan unsur-unsur lainnya akan dikerahkan untuk menangani hal ini. Tak lupa, lembaga riset hingga perguruan tinggi pun akan bekerja sama dengan baik untuk melakukannya. Langkah ini akhirnya diambil oleh Presiden Jokowi alih-alih memilih untuk lockdown. Saat ini, seluruh warga terutama yang berada di Jakarta, area yang paling banyak terjangkit covid-19 terus diupayakan untuk melakukan social distancing. Hal ini sudah diberlakukan, terurama pada sistem antrian, pembagian tempat duduk, lift, angkutan umum seperti busway, kereta, MRT pun sudah dibatasi kapasitasnya agar tidak terjadi penumpukan.

Diharapkan dengan adanya social distancing ini akan menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: