Ketahui Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan

Scroll down to content

Antiseptik dan disinfektan sama-sama digunakan sebagai cairan pembersih baik dalam dunia kesehatan maupun penggunaan sehari-hari. Keduanya berasal dari bahan kimia yang dibuat khusus sebagai zat pembersih dan pembunuh kuman. Dari hal tersebut, banyak orang berpikir bahwa antiseptik dan disinfektan adalah cairan yang sama. Saat ini, semua negara menggerakan warganya untuk meningkatkan kebersihan dengan mencuci tangan. Tangan yang terkontaminasi diyakini bisa membawa virus ke dalam tubuh atau menyebarkannya ke orang lain. Virus juga bisa tinggal di permukaan benda-benda mati. Tahukah kamu apa perbedaan antara antiseptik dan disinfektan?

Untuk mencegah penularan, tangan yang kotor harus dibersihkan menggunakan sabun yang terdapat kandungan antiseptik di dalamnya. Biasanya, alkohol dengan kandungan kadar 70 persen mengandung cairan antiseptik, yang digunakan untuk membunuh bakteri. Jika sedang dalam keadaan tidak bisa mencuci tangan, maka penggantinya adalah dengan menggunakan hand sanitizer yang juga mengandung antiseptik. Sedangkan untuk benda mati, kamu bisa menggunakan desinfektan. Maka dari itu, penyemprotan disinfektan dilakukan secara rutin di beberapa wilayah negara untuk seluruh tempat umum untuk mencegah penyebaran covid-19, misalnya transportasi publik, taman bermain, pusat perbelanjaan, dan sebagainya. Untuk sehari-hari, bisa disemprotkan pada gagang pintu, meja, laptop, dan lain lain.

Pada dunia kedokteran, kedua cairan ini digunakan saat operasi berlangsung. Misalnya, sebelum operasi tubuh pasien akan diolesi oleh cairan antiseptik, dan alat-alat operasi disterilkan menggunakan cairan disinfektan. Tidak hanya dalam dunia kedokteran, cairan disinfektan juga banyak ditemukan dalam produk pembersih lantai, dapur, dan pembersih rumah tangga lainnya. Beberapa mikroorganik mungkin bersifat resistansi terhadap cairan disinfektan sehingga beberapa tidak terbunuh secara keseluruhan, tetapi cairan ini dapat menghambat pertumbuhan mikroba serta tidak membahayakan untuk kesehatan. Antiseptik dan disinfektan mengandung bahan kimia yang disebut biosida. Kandungan biosida pada antiseptik biasanya lebih rendah daripada disinfektan.

Oleh karena itu, cairan disinfektan lebih beracun dibandingkan dengan antiseptik. Sangat tidak disarankan untuk mengaplikasikan disinfektan pada permukaan kulit atau jaringan hidup lain karena dapat menyebabkan iritasi dan reaksi berlebih. Nah, sekarang kamu sudah tahu perbedaannya, jangan sampai salah penggunaan yah! Semoga informasi ini bermanfaat.

Photo by Ayo Bandung

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: