21 Maret Diperingati Sebagai Hari Down Syndrome Sedunia

Scroll down to content

Tanggal 21 Maret selalu diperingati sebagai Hari Down Syndrome Sedunia. Hal ini diawali oleh Asosiasi Prancis untuk Penelitian Trisomi 21 (AFRT) kemudian memutuskan untuk memilih tanggal 21 Maret sebagai tanggal simbolis untuk hari Down Syndrome Sedunia atau trisomi 21. Hingga saat ini masih banyak orang yang keliru membedakan antara autisme dan down syndrome. Autisme adalah kondisi yang bermasalah dalam berinteraksi, komunikasi non-verbal, komunikasi verbal, dan keterampilan sosial serta sistem motorik, dan mempengaruhi caranya dalam berinteraksi dengan orang lain.

Sementara down syndrome adalah kelainan genetik yang dipicu oleh salinan ketiga kromosom 21. Down Syndrome adalah kondisi keterbelakangan fisik dan mental pada anak yang disebabkan karena adanya kelainan genetik pada kromosom mereka. Sindrom ini pertama kali ditemukan pada tahun 1866 oleh Dr. John Langdon Down. Ciri-ciri Down Syndrome ini biasanya ditandai dengan kepala yang relatif lebih kecil dari ukuran normal, kondisi hidung dan muncul kecil, dan mata yang menyipit. Orang dengan Down Syndrome juga memiliki kecenderungan lambat belajar. 

Banyaknya diskriminasi yang dihadapi oleh penyandang Down Syndrome menyebabkan mereka tidak mendapatkan perlakuan yang sepantasnya layaknya orang normal. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan mengenai penyandang Down Syndrome adalah salah satu alasannya. Karena hal tersebut, penyandang Down Syndrome pun banyak yang tertinggal. Tujuan diperingatinya Hari Down Syndrome Sedunia ini adalah untuk meningkatkan pemahaman bahwa orang-orang dengan Down Syndrome juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dalam dirinya, hidup bahagia, dan memiliki banyak teman, dan untuk mengingatkan kita tentang pentingnya menyayangi dan menghormati mereka. 

Penyandang Down Syndrome juga sama seperti manusia biasa yang juga patut diperjuangkan hak-haknya. Dengan peringatan Hari Down Syndrome sedunia diharapkan juga dapat menjadi perhatian orang-orang untuk mencegah dan mengetahui gejala Down Syndrome bahkan sejak saat sedang mengandung. 

Photo By Nathan Anderson On Unsplash

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: