Forest and Biodiversity Menjadi Tema di Hari Hutan Internasional 2020

Scroll down to content

Hari Hutan Internasional menandakan betapa pentingnya peran hutan dan pepohonan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hari Hutan Sedunia ini pertama kali dicanangkan melalui Majelis Umum PBB pada tanggal 28 November 2012 dan penetapan Hari Hutan Internasional diperingati setiap 21 Maret. Setiap tahunnya, para aktifis lingkungan hidup akan merayakan hari tersebut dengan berbagai acara demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya semua jenis hutan dan pohon diluar hutan, untuk kepentingan generasi saat ini dan masa depan. 

Tema Hari Hutan Internasional tahun 2020 ini adalah “Forest and Biodiversity”. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global atas pentingnya berbagai macam tipe hutan bagi kehidupan manusia melalui beragam kegiatan yang melibatkan banyak pihak, salah satunya adalah penanaman pohon. Area Candi Borobudur dipilih menjadi lokasi penanaman dengan pertimbangan merupakan salah satu dari empat destinasi super prioritas 2020 yang ditetapkan oleh Presiden RI. Adapun bibit yang ditanam adalah jenis-jenis pohon dalam relief Candi Borobudur.

Berikut adalah 3 gal yang harus diketahui seputar Hari Hutan Internasional 2020 :

  1. Hutan memainkan peran penting dalam perubahan iklim termasuk pemanasan global. Deforestasi menghasilkan 12-18 persen emisi karbon dunia – hampir sama dengan semua CO2 dari sektor transportasi global. Sama pentingnya hutan yang sehat merupakan salah satu penyerap karbon primer di dunia.
  2. Fokus penanaman pohon di kawasan Candi Borobudur dilaksanakan di lapangan merah, karena memiliki sumber mata air dan banyak lahan kosong. Pohon yang akan ditanam harus sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan dan bibit tanaman yang dipilih adalah yang aman untuk lingkungan candi.
  3. Hutan merupakan tempat berlindung bagi lebih dari setengah spesies hewan darat, tumbuhan dan serangga, berkontribusi pada keseimbangan oksigen, karbon dioksida dan kelembaban di udara, melindungi daerah aliran sungai, yang memasok air segar ke sungai.

Sumber : Kebudayaan Kemendikbud  

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: