Siapa yang tidak bosan terus menerus berada di dalam rumah? Jenuh sudah pasti ada. Apalagi, jika orang tersebut sudah biasa beraktifitas di rumah, tiba-tiba dalam keadaan seperti ini diharusnya untuk berada dirumah. Tentunya sangat membosankan, bukan? Anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah, berdoa dari rumah, belajar dari rumah tentunya kita lakukan untuk menjaga keadaan negara kita agar tidak lebih parah. Tentunya, kita pun berjuang, berjuang untuk melawan rasa bosan. Apalagi ketika berada di dalam rumah, kita dihadapkan oleh keadaan yang berbeda beda pula.

Misalnya, kondisi rumah yang tidak rapi pasti memunculkan suatu tekanan. Tentunya rasa bosan ini harus kita lawan agar tidak berubah menjadi hal-hal yang negatif. Beberapa orang dapat merasa tertekan karena dilarang, sehingga akhirnya tidak betah di rumah, lalu pergi keluar mencari aktifitas dan berpotensi sebagai carrier atau pembawa penyakit. Tidak semua orang bisa bekerja dari rumah. Biasanya yang bekerja di kantoran, jika penat terasa masih bisa menyambangi departemen lain atau sekedar keluar membeli jajanan dan angin segar. Hal ini tentu berbeda jika dirumah. Maka dari itu, untuk mengatasi rasa bosan, penting bagi kita untuk mengatur aktifitas yang harus kita kerjakan. Beberapa hal yang dapat kita lakukan selagi bosan.

Ketika dilanda dengan kebosanan karena pandemi global yang terjadi, banyak hal-hal positif yang dapat kita ambil. Kita dapat berkumpul bersama dengan keluarga, membuat hidangan atau kreasi lainnya. kita dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun komunikasi dan hubungan yang baik diantara keluarga. Jika kamu masih single atau masih sendiri yang berjuang di rumah kost, jangan khawatir. Kamu juga bisa melakukan aktifitas dirumah seperti bersih-bersih atau merapikan barang. Kamu juga bisa membuang waktu dengan menonton acara televisi.

Disaat seperti ini, kita harus menahan godaan untuk tidak keluar rumah, meskipun sulit. Ini satu hal yang dapat membantu pemerintah kita menyukseskan upaya sosial pencegahan. Jadi, mari kita #DiRumahAja.

Photo by National Geographic Indonesia

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: