Italia Berduka, Ketika Harus Memilih Merawat atau Dibiarkan Meninggal

Scroll down to content

Angka kematian akibat Covid-19 di Italia terus melonjak. Meski sudah melakukan lockdown dari beberapa waktu lalu, jumlah korban yang terjangkit maupun meninggal tidak menurun. Sampai dengan berita ini diturunkan, kematian per hari mencapai 800 jiwa dan total orang meninggal mencapai lebih dari 5000 orang.  Saat ini, para tenaga medis di garis depan di Italia terpaksa harus memilih, antara pasien mana yang harus ditangani dan pasien mana yang tidak dapat memperoleh perawatan. Tenaga medis Italia kewalahan dan tidak mampu menangani para pasien yang setiap harinya meningkat terus.

Bahkan ranjang di rumah sakit pun tidak mencukupi, dan para dokter pun kewalahan karena ini. Kepala Unit Perawatan Intensif RS Bergamo di Italia bahkan menyatakan tidak akan melanjutkan penanganan pada pasien yang  berusia 80 dan 95 tahun yang mengalami kesulitan pernapasan yang parah. Meskipun kata-kata terdengar tidak manusiawi dan negatif, tetapi apa daya, tenaga medis di Italia benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa selain harus memilih, satu diantara dua keputusan sulit tersebut.

Italia memiliki sekitar 5.200 ranjang perawatan intensif, dan daya tampung mereka telah mencapai batas. Situasi semakin hari semakin memburuk. Peralatan medis seperti ventilator harganya sudah jauh dari kata mahal, sedangkan setiap hari selalu muncul pasien-pasien baru yang positif. Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio, berharap Italia segera selesai dari kondisi darurat ini. Seperti yang kita ketahui, Italia merupakan negara pertama di Eropa yang terparah setelah China.

Juru bicara Menteri Kesehatan Italia, Prof Walter Ricciardi mengatakan bahwa tingginya angka kematian di negara tersebut disebabkan oleh demografinya. Mayoritas yang meninggal di Rumah Sakit adalah lansia. Italia memiliki populasi manula terbanyak kedua di dunia. Tingginya populasi manula berpengaruh terhadap terbatasnya fasilitas di rumah sakit yang tersebar di negara tersebut. Pasien yang berusia lanjut memiliki kebutuhan untuk fasilitas yang memadai dan lengkap. Ini lah salah satu penyebab mengapa tingkat kematian di Italia tinggi, sehingga tenaga medis rumah sakit pun kewalahan karenanya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: