Juvenile Rheumatoid Arthritis, Penyakit Autoimun Peradangan Sendi

Scroll down to content

Juvenile Rheumatoid Arthritis adalah suatu bentuk arthritis pada anak-anak dibawah usia 17 tahun dan tentunya berbeda dari orang dewasa. Juvenile Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit non-infeksi, penyakit autoimun peradangan sendi lebih dari 6 minggu. Penyakit ini biasanya terjadi pada anak-anak dari usia 7 sampai 12, tetapi dapat terjadi pada remaja berumur 16 tahun, serta juga pada bayi. Penyakit ini akan membuat anak-anak sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti menulis, berpakaian, menggunakan tangan atau pergelangan tangan, berjalan, bermain, dan berdiri. Gejala paling khas dari Juvenile Rheumatoid Arthritis adalah nyeri dan kaku pada sendi, serta :

Masing-masing dari berbagai jenis JA memiliki ciri khas mereka sendiri dengan tanda-tanda dan gejalanya. Gejala yang umum diantaranya :

  • Demam
  • Ruam
  • Mengantungkan salah satu anggota tubuh atas yang lain atau pincang
  • Kaku, terutama setelah bangun di pagi hari
  • Tidak mampu menekuk atau meluruskan sendi-benar
  • Aktivitas fisik menurun
  • Kelelahan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Kurang nafsu makan dan turunnya berat badan

 Berdasarkan gejalanya, Juvenile Rheumatoid Arthritis dibedakan menjadi enam jenis, yaitu :

  1. Dermatomiositis remaja, penyakit radang yang menyebabkan kelemahan otot dan ruam kulit pada kelopak mata dan buku-buku jari.
  2. Lupus remaja, penyakit autoimun yang dapat mempengaruhi sendi, kulit, ginjal, darah dan area lain dari tubuh.
  3. Scleroderma remaja, dimana kondisi yang menyebabkan kulit untuk mengencangkan dan mengeras.
  4. Penyakit Kawasaki, yaitu peradangan pembuluh darah yang dapat menyebabkan komplikasi jantung.
  5. Penyakit jaringan ikat campuran, penyakit ini dapat mencakup fitur dari arthritis, lupus dermatomiositis dan skleroderma, dan berhubungan dengan tingkat yang sangat tinggi dari antibodi antinuclear tertentu yang disebut anti-RNP.
  6. Fibromyalgia, merupakan sindrom nyeri kronis yang menyebabkan kekakuan dan nyeri, bersama dengan kelelahan, tidur yang terganggu dan gejala lainnya. Lebih umum pada anak perempuan, fibromyalgia jarang didiagnosis sebelum pubertas.

Sayangnya, belum ada obat untuk Juvenile Rheumatoid Arthritis. Tujuan pengobatan adalah untuk meringankan peradangan, mengontrol nyeri dan meningkatkan kualitas kehidupan anak. Kebanyakan rencana pengobatan melibatkan kombinasi obat, aktivitas fisik, perawatan mata dan makan sehat. Kombinasi obat, terapi, olahraga, edukasi, dan menyesuaikan aktivitas untuk mencegah kelelahan adalah pilihan terbaik. Olahraga juga salah satunya yang harus dilakukan untuk pergerakan sendi dan kekuatan otot. Perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk seperti mendorong anak melakaukan banyak aktivitas yang serupa seperti anak lain, namun juga harus istirahat yang cukup.

Sumber: diolah dari sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: