Kenali Gaslighting, Manipulasi Mental dan Pikiran

Scroll down to content

Media sosial kembali diramaikan oleh kasus kekerasan seksual yang melibatkan dua pasang kekasih. Meskipun kasus ini masih diperiksa keabsahannya, para pembaca media sosial dibuat geram karenanya. Kasus ini mengenai Gaslighting, dimana pihak lelaki meminta pihak perempuan untuk melakukan aborsi sebanyak empat kali. Apakah itu Gaslighting? Gaslighting adalah serangan psikis secara halus untuk memanipulasi dan melumpuhkan mental. Istilah gaslighting sendiri berasal dari film Gaslight pada tahun 1944. Dimana pada film ini, sang suami memanipulasi pikiran sang istri dengan memutar balik fakta yang ada, sehingga sang istri berpikir apa yang ada dipikirannya merupakan imajinasi belaka.

Gaslighting tidak hanya terjadi pada hubungan asmara saja, melainkan bisa dilakukan pada siapa saja. Biasanya korban tidak akan sadar dia sedang dimanipulasi karena caranya yang begitu halus. Korban yang dimanipulasi pikirannya, cepat atau lambat kesehatan mentalnya akan melemah sehingga dia mudah bergantung dan dikendalikan oleh pasangannya. Korban gaslighting sering kali adalah wanita. Karena wanita distimulus harus taat pada lawan jenisnya atau pasangannya. Jika wanita sudah bergantung pada pasangannya, dia akan cenderung lebih mempercayai ucapan pasangannya daripada apa yang dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri.

Bagaimana caranya supaya kita dapat mengetahui bahwa kita sedang diperdaya dengan cara gaslighting? Apabila kamu sering merasa kebingungan sampai kamu meragukan diri sendiri, mungkin itu sudah pertanda kamu sudah terpengaruh, bahkan kamu akan meminta maaf berkali-kali karena takut menyinggung perasaaan, juga tidak bisa membuat keputusan sendiri. Oleh sebab itu, orang-orang yang menjadi korban dari gaslighting akan sering berbohong. Pelakunya gaslighting biasanya pasti memiliki gangguan kejiwaan. Mereka mudah untuk  mengelabui orang-orang dengan sikap mereka yang easy going. Mereka juga mudah paham siapa saja yang gampang untuk menjadi target selanjutnya. Kebalikannya, orang yang sangat percaya diri tidak akan jatuh pada manipulasi pelaku gaslighting, karena mereka lebih mempercayai akal sehat sendiri.

Kekerasan dalam hubungan tidak hanya kekerasan fisik atau verbal saja. Kekerasan secara emosional juga dapat membuat mental tidak sehat. Untuk itu, jangan takut untuk membicarakan keadaan mu kepada orang-orang terdekatmu, agar mereka dapat membantu mu mencari solusi atas masalah yang kamu sedang hadapi. Selamatkan diri kamu, sebelum itu terlambat.

Photo by Pinterest

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: