Inilah Yang Terjadi Pada Jenazah Korban Covid-19

Scroll down to content

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini meninggalkan duka mendalam bagi setiap orang, terutama mereka yang ditinggalkan. Di Indonesia khususnya, banyak korban yang meninggal akibat virus ini, bahkan angka kematian terus meningkat. Secara medis, ada perbedaan dalam tata cara untuk memakamkan orang yang meninggal akibat patogen berbahaya. Namun, tidak semua orang mengetahui tata cara ini. Kementerian Agama Indonesia sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait protokoler untuk jenazah korban meninggal dunia akibat Virus. Perawatan jenazah ketika terjadi wabah penyakit menular melibatkan desinfeksi. Desinfeksi biasanya dilakukan dengan menyemprotkan cairan klorin pada jenazah serta petugas medis yang akan menangani jenazah.

Kerabat jenazah dilarang keras untuk menyentuh dan mencium jenazah. Kerabat yang diperbolehkan melihat jenazah untuk keperluan identifikasi dibatasi hanya 1 orang saja dan diwajibkan mengenakan masker N95/N100 dan baju hamzat (hazardous materials), dan hanya boleh berdiri paling dekat sejauh 1 meter saja dari jenazah. Jenazah yang sudah dimandikan kemudian harus dan wajib dibungkus dengan kantung jenazah plastik kedap udara berwarna oranye, agar tidak menular dan tidak akan menyebar melalui udara kepada petugas medis yang manangani selama proses pemakaman. Jenazah tidak diperbolehkan dibungkus menggunakan kain, karena virus masih dapat menyebar melewati pori-pori kain. Korban yang sudah meninggal akibat terinfeksi virus, jenazahnya akan diantar oleh tim paramedis itu menggunakan baju hazmat lengkap dengan masker, sarung tangan serta sepatu bot juga pakaian paramedis sebagai APD (Alat Pelindung Diri) dari bahan berbahaya.

Jenazah harus segera di makamkan dan di kremasi secepat mungkin tanpa disemayamkan. Jenazah yang dimakamkan harus dikubur di sedalam 1,5 meter dan ditutup dengan tanah setinggi 1 meter. Begitu pula dengan jenazah yang akan dikremasi hanya bisa berjarak 500 meter dari pemukiman terdekat. Petugas pemakanan juga diwajibkan menggunakan APD yang kemudian harus segera dimusnahkan setelahnya. Miris memang, ketika kita kehilangan keluarga kita, namun kita tidak dapat melihatnya untuk terakhir kalinya. Tidak boleh disentuh, tidak boleh dilihat. Kita bisa bayangkan bagaimana perasaan mereka yang kehilangan akibat wabah ini. Mari kita ikuti anjuran pemerintah untuk tetap #DiRumahAja.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: