Kriteria Mengikuti Rapid Test atau Tes Masif Covid-19 Dari Pemerintah

Scroll down to content

Menerangkan prosedur tes masif covid-19, jumlahnya banyak tetapi terbatas untuk yang diprioritaskan. Tes masif covid-19 ini bertujuan untuk mencari perta persebaran covid-19 dari mereka mereka yang yang dicurigai melakukan interaksi dengan pasien positif covid-19. Jadi test masif ini memang tidak diperuntukkan untuk seluruh orang, tetapi orang terpilih dalam radius tertentu. Selain itu tes masif ini dilakukan untuk memutuskan mata rantai persebaran yang diduga di daerah tertentu. Jika tes ini sudah dilakukan dengan pola yang benar, maka bisa ditentukan tindakan medis yang paling untuk dilakukan, seperti memerlukan isolasi mandiri atau harus segera di isolasi di rumah sakit rujukan.

Hal ini tentunya akan membantu kerja para tenaga medis karena hasil langsung terlihat saat itu juga dan tidak memerlukan waktu lama untuk menunggu.

Tes masif yang dilakukan di Indonesia, merupakan tes yang sebelumnya dilakukan oleh Korea Selatan. Baik Indonesia maupun Korea Selatan pun sampai sekarang tidak memberlakukan lockdown untuk negaranya, melainkan dengan melakukan tes masif ini. Tes ini dilakukan dengan cara multi opsi. Opsi pertama, dengan cara door to door. Opsi kedua dengan tes di rumah sakit, dan opsi ketiga melalui Drive Thru. Lalu, siapakah yang seharusnya mengikuti tes masif ini?  Berikut adalah kriterianya :

1. Orang Dengan Resiko Paling Tinggi, dengan metode door to door dan di Rumah Sakit.

  • Orang Dalam Pengawasan (ODP), biasanya yang baru pulang dari luar negeri yang dicurigai mempunyai persebaran di daerah itu.
  • Tenaga medis baik dokter, perawat, petugas labolatorium di rumah sakit penanganan Covid-19.
  • Pasien Dalam Pengawasan (PDP), misalnya keluarga pasien, tetangga, dan teman-temannya yang melakukan interaksi langsung.

2. Orang Yang Sering Berinteraksi Sosial, dengan metode Drive Thru

  • Nakes Umum di Klinik atau Puskesmas
  • Profesi dengan interaksi sosial massal, misalnya TNI, Polri, pedagang pasar tradisional, ulama, pejabat publik, petugas bandara, dan lainnya.

3. Orang Dengan Gejala Menyerupai Covid-19, dengan metode Drive Thru

  • Orang-orang yang merasa mempunyai gejala menyerupai seperti batuk, demam, tidak enak badan dan membutuhkan kepastian penyakit yang dideritanya.

Khusus untuk metode Drive Thru warga akan di tes langsung di tempat kemudian pulang, dengan syarat. Warga diharuskan untuk mendaftar secara online terlebih dahulu via Apps PIKOBAR, kemudian mengikuti tahap verifikasi wawancara. Kemudian, baru akan dikeluarkan surat jadwal panggilan, dengan hari dan waktu yang sudah ditetapkan. Warga akan datang satu per satu, dengan jarak aman antri, dan hasil akan dikirimkan secara online.

Jadi, jika kamu merasa kamu tidak masuk dalam kriteria tersebut, tidak mempunyai gejala apapun, tidak masuk dalam golongan yang rentan, tidak diperkenankan mengikuti tes ini. Kita hanya perlu berdiam #DiRumahAja.

Mari kita dukung pemerintah kita, untuk tetap menjaga jarak, melakukan social distancing dan tidak berkumpul pada kerumunan yang ramai. Salam jarak 1 meter!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: