NTH Room, Kasus Kriminal Seksual Digital di Korea

Scroll down to content

Saat ini Korea Selatan sedang sibuk-sibuknya menangani negaranya atas musibah Corona yang terjadi. Di tengah kesibukan negara, masih ada saja kasus kejahatan seksual digital yang saat ini menggemparkan Korea. Kasus ini dikenal dengan nama NTH Room. NTH Room adalah nama chatroom di aplikasi Telegram dan merupakan kasus kriminal seks digital dimana banyak perempuan termasuk anak dibawah umur menjadi budak sekual. Admin NTH Room tak segan-segan menjual dan menyebarkan video dan foto tak senonoh wanita-wanita yang menjadi korbannya. Lebih dari 80 ribu orang bergabung di dalam grup tersebut. Ada beberapa versi mengenai kenapa bisa banyaknya korban di NTH Room.

Ada versi yang mengaku bahwa pelaku menarik korban dengan berpura-pura menjadi polisi dan meminta para korban mengunggah konten porno. Ada juga versi yang mnegatakan, bahwa perempuan-perempuan tersebut yang kebanyakan adalah anak dibawah umur diiming-imingi tawaran kerja paruh waktu dan hadiah bersertifikat. Setelah para perempuan tersebut tertarik, perempuan tersebut dipaksa untuk menjadi pemain video porno, dan pelaku juga mengirimkan film porno tersebut ke korban sebagai ancaman.

Pelaku kemudian menyebar dan menjual konten itu di berbagai ruang obrolan di Telegram. Jika korban tidak menurut, pelaku mengancam akan menyebarkan konten porno tersebut ke teman dan keluarga korban. Pelaku juga tidak main-main mengancam akan menyebarkan identitas korban, sehingga korban dapat dilacak dan diperkosa. Kasus ini sempat tidak dianggap serius oleh polisi, karena korban membuat kontennya sendiri. Banyak artis maupun masyarakat yang memberikan dukungan agar kasus ini segera terungkap.

Akhirnya pelaku ditangkap oleh polisi beserta 13 orang kaki tangannya. Pada saat penangkapan, polisi menutupi wajah pelaku untuk melindungi identitas pelaku. Banyak masyarakat menjadi geram dan mengajukan petisi kepada pemerintah untuk meminta polisi mengungkap wajah dan informasi pribadi dari operator NTH Room dan komplotannya yang berpartisipasi di dalamnya. Warga Korea menganggap bahwa kekerasan seksual dan kejahatannya harus diungkap kepada publik.

Nah, pembelajaraan untuk kita semua yah, untuk tidak mempercayai siapapun apalagi ketika kita di iming-imigi seseuatu. Jangan lupa untuk selalu bertanya jika kamu ragu kepada orang yang kamu percayai. Karena orang tersebut dapat membantu kita, ketika kita tidak sadar dan kita tidak mengetahui harus berbuat apa. Dukungan moral untuk para korban tentunya sangat diperlukan agar tidak merasa depresi yang berujung pada bunuh diri. Mengingat tingkat bunuh diri akubat depresi di Korea sangat tinggi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: