Penyakit Kuning Rentan Beresiko Terkena Kolangitis? Simak Penjelasannya

Scroll down to content

Cholangitis adalah kondisi di mana terjadinya peradangan pada saluran empedu, yaitu saluran yang mengedarkan cairan empedu dari hati ke usus dan kandung empedu. Peradangan tersebut dapat menyebabkan pembengkakan yang akhirnya mengganggu sistem peredaran cairan empedu, cairan yang dibutuhkan tubuh untuk membantu proses pencernaan. Sistem peredaran cairan empedu yang terganggu dapat menimbulkan gejala berupa demam, mual-mual, dan nyeri pada perut. Seseorang akan berisiko lebih tinggi menderita cholangitis jika berusia di atas 55 tahun atau memiliki riwayat batu empedu.

Gejala yang dapat dirasakan pasien cholangitis adalah nyeri pada perut, dan juga gejala gejala seperti :

  • Demam.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Jaundice (penyakit kuning).

Peradangan saluran empedu yang dialami penderita Cholangitis dapat disebabkan oleh banyak faktor, namun yang paling sering adalah infeksi bakteri, yang meliputi:

  • Gumpalan darah.
  • Tumor.
  • Infeksi parasit.
  • Pembengkakan pada pankreas.
  • Efek samping prosedur medis, seperti endoskopi.
  • Infeksi dari darah (bakteremia).

Berikut merupakan metode yang digunakan oleh dokter untuk mendiagnosis cholangitis, yakni

  1. Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography (ERCP), yaitu penggabungan antara prosedur pencitraan sinar X dengan endoskopi.
  2. Percutaneous Transhepatic Cholangiography (PTCA), yaitu penggabungan sinar X yang dibantu dengan penyuntikan zat pewarna kontras langsung ke saluran empedu.

Jika tidak ditangani dengan tepat dan segera, cholangitis bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius bagi pengidapnya, antara lain:

  • Disfungsi Sistem Hematologis

Adanya gangguan pada sistem aliran darah, dan jaringan pada tubuh. Berbagai gejala dan penyakit seperti anemia, kanker darah, diskrasia darah, thalassemia, trombositopenia, dan hemofilia adalah berbagai komlikasi yang dapat terjadi. Hal tersebut disebabkan oleh saluran empedu yang terinfeksi bakteri menyebar sampai ke pembuluh darah.

  • Syok Septik

Syok septik adalah kondisi ketika tekanan darah turun hingga melewati batas wajar tekanan darah. Juga merupakan salah satu dampak dari sepsis, yaitu infeksi bakteri yang terjadi dalam darah. Akibat infeksi tersebut, tubuh harus melepaskan zat antibodi untuk menangkalnya. Kemunculan syok septik ditandai dengan demam tinggi disertai menggigil, tekanan darah yang naik turun dengan cepat, dan denyut nadi yang melemah.

  • Disfungsi Ginjal.

Terjadi ketika ginjal tidak mampu melakukan tugasnya untuk menyaring darah dan zat sisa dalam tubuh, dikrenakan oleh beberapa faktor seperti kurangnya aliran darah menuju ginjal dan dehidrasi, selain sebagai komplikasi yang dapat timbul dari penyakit cholangitis.

  • Disfungsi Sistem Saraf.

Jika terjadi disfungsi atau gangguan pada sistem saraf tubuh, otak tidak akan bekerja secara maksimal, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan dalam tubuh. Hal ini disebabkan oleh tugas utama dari sistem saraf yaitu membantu menyampaikan pesan dari otak ke seluruh tubuh. Saraf dibagi menjadi tiga, yaitu sensorik, motorik, dan otonom. Beberapa gejala akan muncul ketika salah satu kelompok saraf tersebut mengalami gangguan, seperti rasa nyeri pada tubuh, lemas, kedutan, mati rasa, keringat yang berlebih, dan kesulitan buang air besar.

Cholangitis yang tidak mendapatkan penanganan secara benar berpotensi menyebabkan munculnya penyakit lain bahkan kematian. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita cholangitis meliputi:

  • Abses hati.
  • Kambuhnya cholangitis dan berlangsung lama.
  • Gagal ginjal.

Sumber: diambil dari sumber-sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: