Polip Pada Usus Dalam Waktu 10 Tahun Dapat Berubah Menjadi Kanker. Benarkah?

Scroll down to content

Kanker kolorektal adalah pertumbuhan abnormal pada kolon atau rektum (usus). Kolon merupakan bagian terpanjang pada usus besar dan rektum adalah lorong yang menghubungkan antara kolon dengan anus. Kanker kolorektal berawal dari suatu polip (suatu pertumbuhan yang jinak atau tidak bersifat kanker pada lapisan kolon atau rektum) yang kemudian berkembang menjadi pertumbuhan yang abnormal (bersifat kanker). Kanker ini bisa dinamai kanker kolon atau kanker rektum, tergantung pada lokasi tumbuhnya kanker.

Kemungkinan polip berubah menjadi kanker juga tergantung kepada jenis polip itu sendiri. Terdapat 2 jenis polip di usus besar, yaitu:

  • Polip Adenoma adalah jenis polip ini yang dapat berubah menjadi kanker, karena itu adenoma juga disebut kondisi pra kanker.
  • Polip Hiperplastik adalah polip jenis ini lebih sering terjadi, dan biasanya tidak menjadi kanker.

Selain tergantung pada jenis polip, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi perubahan polip menjadi kanker kolorektal, seperti ukuran polip yang lebih besar dari 1 cm, terdapat lebih dari 2 polip di kolon atau rektum, atau bila ditemukan displasia (sel abnormal) setelah polip diangkat. Resiko terhadap kanker kolorektal ini bisa dialami oleh :

  • Berusia di atas 50 tahun
  • Memiliki polip kolorektal
  • Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker kolorektal
  • Pernah menderita kanker sebelumnya, misalnya kanker kolorektal, dan pada wanita, kanker ovarium, uterus atau payudara
  • Memiliki kolitis ulseratif atau penyakit Crohn (peradangan kolon)
  • Merokok
  • Diet tinggi lemak dan rendah buah serta sayuran

Gejala-gejala pada Kanker Kolorektal, bisa dirasakan jika :

  • Perubahan kebiasaan buang air besar (diare atau konstipasi)
  • Merasa mual atau muntah
  • Merasa bahwa buang air besar Anda tidak tuntas
  • Merasa sangat lelah sepanjang waktu
  • Menemukan darah (baik berwarna merah terang atau sangat gelap) pada tinja Anda
  • Tinja Anda berukuran lebih kecil dari biasanya
  • Sering mengalami nyeri akibat gas atau kram, atau merasa penuh atau kembung
  • Mengalami penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas

Perkembangan kanker kolorektal dapat dibagi ke dalam beberapa tahap atau stadium, yaitu:

  • Stadium 0 – kanker muncul pada lapisan terdalam dinding kolon.
  • Stadium 1 – kanker sudah menembus lapisan kedua (mukosa) dan sudah menyebar ke lapisan ketiga (submukosa), namun belum menyebar ke luar dinding kolon.
  • Stadium 2 – kanker menyebar hingga ke luar dinding kolon, dan ada kemungkinan sudah menyebar ke organ terdekat, namun belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 3 – kanker sudah menyebar ke luar dinding kolon, dan ke satu atau lebih kelenjar getah bening.
  • Stadium 4 – kanker sudah menembus dinding kolon, dan menyebar hingga ke organ yang jauh dari usus besar, seperti hati atau paru-paru. Ukuran tumor bisa bervariasi.

Polip dan kanker kolorektal dapat dideteksi melalui jejak darah yang masuk ke dalam kolon. Jumlah pendarahan dapat nyaris tak terlihat dengan mata telanjang. Tes Imunokimia Feses (FIT) merupakan suatu tes pendahuluan yang mendeteksi keberadaan sejumlah kecil darah dalam tinja. Kolonoskopi merupakan salah satu prosedur skrining yang paling umum dilakukan untuk deteksi kanker kolorektal. Suatu kamera bercahaya yang fleksibel dimasukkan ke dalam anus sehingga memungkinkan dokter untuk melihat dinding bagian dalam dari rektum dan kolon. Selama prosedur ini, contoh jaringan dapat diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan polip yang sudah ada dapat dibuang sebelum mereka berubah menjadi kanker.

Karena polip membutuhkan waktu 10 hingga 15 tahun sebelum mereka berubah menjadi kanker, maka berbagai penelitian menganjurkan agar pria dan wanita yang berusia di atas 50 tahun melakukan kolonoskopi sekali setiap 10 tahun atau bila muncul gejala.

Pengobatan yang paling umum untuk kanker kolorektal adalah operasi untuk membuang tumor. Operasi untuk membuang kanker kolorektal dapat berupa operasi invasif minimal yang dilakukan dengan laparoskopi atau operasi terbuka untuk membuang kanker dan beberapa jaringan kolon serta kelenjar getah bening di dekatnya bila perlu. Pengobatan lain yang dapat diberikan sebelum atau setelah operasi meliputi:

  • Kemoterapi untuk menghancurkan sel-sel kanker
  • Terapi radiasi (menggunakan sinar X berenergi tinggi) pada area tertentu
  • Terapi yang ditargetkan untuk menghancurkan atau menghambat pertumbuhan sel-sel kanker

Sumber: diolah dari sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: