Teliti Sebelum Membeli Hand Sanitizer

Scroll down to content

Alkohol menjadi salah satu barang yang langka, setelah masker dan hand sanitizer. Alkohol digunakan sebagai cairan antiseptik yang dapat mengatasi penularan virus Covid-19, menjadi barang paling sulit dicari. Karena sulitnya mendapatkan hand sanitizer karena harganya yang terlampau tinggi. Masyarakat pun berbondong-bondong mencoba alternatif untuk membuat hand sanitizer sendiri bermodalkan alkohol . Tak heran, alkohol menjadi salah satu barang langka saat ini. Apakah membuat hand sanitizer sendiri dengan mencampurkan beberapa bahan tersebut sudah aman dan efektif untuk digunakan? Mari kita simak faktanya.

Hand sanitizer adalah produk pembersih tangan berbasis alkohol dalam bentuk gel atau cairan. Biasanya, hand sanitizer digunakan ketika sulit mendapatkan air bersih untuk mencuci tangan. Oleh sebab itu, ada beberapa orang yang mencampurkan cairan alkohol untuk membuat hand sanitizer sendiri. Mereka mencampurkan alkohol dengan beberapa pelembap atau bahan kimia lainnya. Mencampurkan bahan-bahan tersebut, tidak dianjurkan karena hanya dilakukan oleh tenaga ahli, misalnya apoteker. Seperti yang kita ketahui, sekarang banyak bermunculan merek-merek hand sanitizer asing yang dijual, bahkan harganya tergolong murah. Sebagian, merupakan home-made atau industri rumahan.

Secara medis, Syarat membuat hand sanitizer adalah setidaknya mengandung alkohol dengan kadar 60 persen. Jika racikan hand sanitizer tersebut dijual tanpa izin dari BPOM atau Kemenkes, maka keabsahannya tidak dapat dipertanggung jawabkan. Kita tidak dapat mengetahui secara pasti, apakah alkohol yang digunakan betul-betul alkohol dengan kadar yang seharusnya. Jika penjual menggunakan alkohol dengan kadar 40 persen, maka artinya hand sanitizer tersebut tidak efektif, karena tidak dapat membunuh kuman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri sudah mengeluarkan panduan untuk pembuatan homemade hand sanitizer. Namun, hal ini tidak mudah dilakukan karena membutuhkan beberapa bahan kimia lainnya, teknik pengukuran, dan ketelitian untuk mencampurkan bahan-bahan kimia tersebut untuk hasil yang akurat.

Juga, jangan sampai kita terlampau sering menggunakan alkohol untuk membersihkan tangan, karena dapat berpotensi mengalami iritasi kulit. Lebih baik kita membeli hand sanitizer yang kandungannya sudah jelas teruji dan terdaftar BPOM. Memiliki hand sanitizer bukan suatu kewajiban, asalkan kita bisa rajin mencuci tangan dengan air dan sabun, yang jauh lebih efektif untuk membunuh kuman. Teliti sebelum membeli!

Photo Hanya Ilustrasi. by ShutterStock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: