26 Maret Diperingati Sebagai Hari Epilepsi Sedunia 2020

Scroll down to content

Epilepsi merupakan suatu penyakit kronis yang disebabkan oleh kelainan sistem saraf pusat dengan adanya aktivitas abnormal otak. Epilepsi menyebabkan seseorang dapat kejang dan kadang sampai tidak sadarkan diri. Purple Day for Epilepsy Awareness Day atau Hari Epilepsi Sedunia merupakan suatu gerakan internasional yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran mengenai penyakit Epilepsi ke seluruh dunia. Peringatan ini dirayakan setiap tanggal 26 Maret setiap tahunnya dengan mengenakan baju dan segala atribut bernada serupa, yakni Purple (ungu). Warna ungu merupakan sebuah warna yang mewakili rasa kesepian penderita epilepsi dan merupakan simbol dari hari epilepsi sedunia.

Peringatan Hari Epilepsi Sedunia tahun 2020 ini bertema “Together we make friendship and raise awareness”. Adapun maksud dan tujuannya, yaitu :

  • Memperingati Hari Epilepsi Sedunia
  • Menghimpun Orang Dengan Epilepsi (ODE) dan memberikan perhatian kepada mereka agar dapat mengurangi stigma negatif tentang epilepsi.
  • Meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa epilepsi bukan untuk dihindari, namun untuk didukung agar dapat hidup seperti orang normal lainnya.

Peringatan Epilepsi bertujuan untuk membangun kesadaran tentang Epilepsi di tengah-tengah masyarakat, dan mengubah stigma negatif tentang epilepsi. Banyak masyarakat yang mengira bahwa epilepsi merupakan penyakit menular dan tidak bisa disembuhkan. Pada kenyataannya, epilepsi bukanlah suatu penyakit menular dan dapat disembuhkan, apabila mendapatkan penanganan dini. Orang Dengan Epilepsi (ODE) ditandai dengan kejang secara berulang kali. Pemicunya adalah adanya kelainan pada otak. Jika terlambat menangani ODE, maka akan berdampak negatif pada daya ingat atau fungsi pikiran penderita, yang nantinya akan semakin menurun.

Seseorang dengan Epilepsi harus didiagnosa melewati beberapa pemeriksaan seperti  penelusuran riwayat kejang, faktor yang mempengaruhi, dan pemeriksaan saraf secara intensif. Untuk mengevaluasi kejang juga perlu dilakukan pemeriksaan EEG (Elektroensefalografi). Harapannya, dengan adanya Hari Epilepsi Sedunia ini, masyarakat disadarkan untuk tidak mengucilkan penderita Epilepsi lainnya. Purple Day ini bertujuan untuk menggalang solidaritas dan membangun dukungan pada penderita epilepsi dalam hal dukungan terapi, obat-obatan, maupun operasi. Selamat Hari Epilepsi Sedunia!

Photo by Orami Parenting

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: