Kenali Vulvitis yang Menyerang Organ Vital Wanita

Scroll down to content

Vulvitis adalah peradangan pada vulva, yaitu lipatan kulit lunak di bagian luar alat kelamin wanita. Peradangan ini umumnya disebabkan oleh cedera, reaksi alergi, kulit lembap, atau iritasi.

Sebagian besar orang keliru mengenal vulva dan vagina. Vulva adalah lipatan-lipatan lunak dan lembut pada bagian luar dari alat kelamin wanita, sementara vagina adalah saluran yang lebih dalam yang terletak setelah melewati vulva.

Vulvitis bukan penyakit, namun iritasi akibat kulit di sekitar vulva kering, mengalami infeksi tertentu, cedera, abrasi kulit, dan tidak lembap seperti yang seharusnya. Kondisi ini tidak menyebabkan masalah serius, namun timbul ketidaknyamanan seperti rasa gatal, nyeri, dan perih di bagian luar alat kelamin wanita.

Dalam beberapa kasus, penyebab gejala infeksi menular seksual atau infeksi jamur.

Gejala Vulvitis
Setiap wanita mungkin mengalami gejala vulvitis (vulvovaginitis) yang berbeda-beda tergantung pada penyebab dan seberapa lama kondisi tersebut berlangsung. Gejala yang paling umum meliputi:

  • Nyeri pada vulva
  • Gatal
  • Kulit kemerahan
  • Kondisi vulva lebih sensitif, misal saat membasuhnya setelah buang air kecil
  • Peradangan di sekitar labia (bibir vagina) dan daerah perineum (kulit antara saluran vagina dan anus)
  • Kulit vulva kering dan mungkin bersisik
  • Bercak putih dan menebal
  • Benjolan pada vulva
  • Sensasi terbakar atau melepuh
  • Iritasi pada area genital
  • Tidak nyaman saat buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Gejala mungkin akan memburuk bila Anda membersihkan area vulva dengan sabun yang mengandung pewangi buatan atau bahan kimia lainnya.

Penyebab Vulvitis
Beberapa faktor memicu seorang wanita mengalami vulvitis, namun penyebab paling umum berupa:

  1. Infeksi Bakteri
    Beberapa bakteri yang umumnya ditemukan di vagina adalah Gardnerella, Streptococcus, atau Staphylococcus. Infeksi bakteri Gardnerella menyebabkan vaginosis bakteri dan kondisi paling umum vulvitis.
  2. Infeksi Virus
    Virus penyebab vulvitis adalah yang ditularkan melalui hubungan seksual. Ini termasuk human papillomavirus (HPV) dan virus herpes.
  3. Infeksi Jamur
    Jamur Candida albicans juga dapat menyebabkan peradangan pada vulva. Umumnya, kondisi ini dapat diatasi dengan antibiotik untuk membunuh bakteri antijamur yang berkembang di dalam vagina.
  4. Infeksi Parasit
    Paparan parasit seperti cacing kremi, kudis, dan kutu juga dapat memicu peradangan atau iritasi pada vulva.
  5. Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan
    Faktor gaya hidup seperti tidak memerhatikan kebersihan vulva dan vagina dapat memicu iritasi, termasuk juga kebiasaan menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat dan tidak menyerap keringat sehingga membuat vulva iritasi. Kulit vulva yang teriritasi dapat memicu gejala vulvitis lebih cepat.
  6. Paparan Bahan Kimia Tertentu
    Penggunaan kosmetik atau perawatan kulit yang mengandung bahan kimia, seperti kertas toilet berwarna atau wangi, semprotan vagina (vaginal douches), produk pembersih alat kelamin wanita yang mengandung deterjen, krim dan obat topikal tertentu dan alergi terhadap produk mandi busa atau sabun tertentu serta penggunaan pembalut wanita.
  7. Gejala Infeksi Menular Seksual (IMS)
    Trichomonas vaginitis adalah protozoa parasit yang menyebabkan infeksi menular seksual Trikomoniasis. Infeksi ini juga memicu gejala vulvitis berupa genital terasa tidak nyaman, gatal, keluarnya cairan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu dari vagina.
  8. Faktor Kondisi Kesehatan Tertentu
    Kondisi kesehatan tertentu dapat menyebabkan gejala vulvitis, seperti diabetes, kudis atau kutu kemaluan, herpes, eksim atau dermatitis, inkontinensia, sulit mengontrol kandung kemih sehingga tidak mampu menahan kapan buang air kecil.

Sumber : Dokter Sehat
Foto :Alo Dokter

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: