Hari Teater Sedunia atau World Theatre Day diprakarsai oleh Institut Teater International (ITI) pada tahun 1961. ITI sendiri merupakan organisasi seni pertunjukkan terbesar du dunia yang didirikan oleh pakar tari dan teater UNESCO pada tahun 1948. ITI dibentuk sebagai dedikasi dalam seni pertunjukkan.

UNESCO sendiri mempromosikan seni ini agar dunia terlepas terciptanya perdamaian dunia dari usia, jenis kelamin, kepercayaan dan etnis. ITI memiliki 85 pusat di seluruh dunia. Setiap tahunnyam ITI menyelenggarakan Hari Teater Sedunia di UNESCO, Paris. Hari Teater Dunia setiap tahunnya dirayakan setiap tanggal 27 Maret oleh pusat ITI yang tersebar di seluruh dunia dan perusahaan teater internasional lainnya.

Tujuan didirikannya Hari Teater Sedunia ini adalah :

  • Untuk mempromosikan bentuk seni di seluruh dunia
  • Untuk membuat orang sadar akan nilai dari bentuk seni
  • Untuk memungkinkan komunitas tari dan teater mempromosikan karyanya dalam skala luas

Sejarah teater sudah muncul dari abad ke 6 sebelum masehi yang dulunya digunakan untuk acara keagamaan. Kemudian dengan seiringnya waktu, digunakan untuk pertunjukkan drama. Di Indonesia, dikenal dengan teater nusantara atau tradisional. Hari Teater ini diperingati untuk membangkitkan kesadaran tentang pentingnya seni teater, bagaimana caranya memainkan peran penting dalam bidang hiburan yang kemudian bisa diaplikasi di kehidupan sehari-hari.

Dimana tema dari hari Teater tidak jauh dari caranya agar hubungan antara seni dan teater tetap terhubung. Pada tahun 2020 ini, peringatan ini terpaksa ditunda karena adanya penyebaran virus Corona dan ITI memutuskan untuk melakukan kegiatan ini secara online. Semoga seni teater selalu dapat memberikan inspirasi dan membuat diri untuk selalu bersemangat untuk terus berkarya bagi negeri. Selamat Hari Teater 2020, Indonesia!

Sumber: diadopsi dari sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: