Cara Yang Tepat Untuk Memperlakukan Korban Pelecehan Seksual

Scroll down to content

Kekerasan seksual terjadi di berbagai tempat. Sasarannya tentu saja kebanyakan adalah para wanita. Baru-baru ini, di Korea Selatan digemparkan dengan kasus NTH Room. Dimana kasus ini berawal dari chatroom di aplikasi Telegram dan merupakan kasus kriminal seks digital dimana banyak perempuan termasuk anak dibawah umur menjadi budah sekual.  Mereka menjual dan menyebarkan video dan foto tak senonoh wanita-wanita yang menjadi korbannya. Lebih dari 80 ribu orang bergabung di dalam grup tersebut. Korbannya sendiri berjumlah 80 orang dengan 74 diantaranya adalah wanita, dan 16 diantaranya merupakan anak dibawah umur.

Meksipun kasus ini sudah diserahkan kepada pihak kepolisian setempat, banyak warga hingga golongan artis mengutuk kejadian ini. Mereka prihatin terhadap korban-korban yang menjadi budak pelecehan seksual tersebut. Hal ini tidak hanya terjadi di Korea, bahkan di Indonesia pun banyak kejadian seperti ini. Lalu, bagaimana jika salah satu kerabat kita menjadi korban dalam pelecehan seksual ini? Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk para korban, tentunya dengan tujuan mereka tidak merasa “jijik” terhadap dirinya sendiri. Kita dapat lakukan hal-hal berikut :

  • Berikan pengertian kepada korban, untuk tidak menyalahkan diri sendiri.

Apapun yang terjadi, bukanlah murni kesalahan dari para korban. Mereka hanyalah korban dari orang-orang yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsu mereka.

  • Berikan pengertian bahwa korban tidak mengalaminya seorang diri.

Menjadi korban pelecehan seksual, tentunya adalah hal yang berat. Rasa malu, tidak percaya diri, sudah pasti dua hal yang ditanggung oleh para korban. Namun, yang mengalami hal serupa juga banyak, mereka rata-rata para wanita yang mau tidak mau tetap harus berjuang untuk menghadapi ini semua. Disaat seperti inilah, biasanya para korban membutuhkan support dari orang terdekatnya.

  • Berikan pengertian bahwa korban dapat menceritakan apa yang dilaluinya dengan orang yang dipercayainya.

Mengingat kembali masa kelam dengan menceritakannya kembali ke seseorang, juga bukanlah hal yang mudah. Namun, hal ini kerap harus dilakukan untuk mengatasi trauma setelahnya. Itulah penting, mengapa kita harus menceritakan ini kepada orang terdekat dan kita percayai, karena mereka dapat menghormati perasaan dan sudut pandang korban ketika bercerita. Sebagai pendengar yang baik, tentunya harus dapat mengendalikan situasi dengan tidak ikut emosional ketika mendengarnya.

Setiap orang adalah berharga, terlepas dari apapun jenis kelaminnya. Mereka, yang menjadi korban dari pelecehan seksual, juga tetap manusia yang berharga. Mereka tetap berharga, terlepas dari apapun masa lalunya. Jadi, sebagai korban dari pelecehan seksual, jangan pernah putus berharap, apalagi sampai melakukan tindakan bunuh diri. Setiap masalah, pasti ada jalan keluar. Semoga informasi ini dapat bermanfaat!

Photo by Shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: