Inilah Alasan Mengapa Penyebaran Corona Begitu Cepat di Indonesia

Scroll down to content

Virus corona menyebar begitu cepat. Terhitung belum sampai 30 hari virus tersebut masuk ke Indonesia, angka pasien terjangkit sudah mencapai lebih dari 1000 orang. Setiap hari kenaikan jumlah ini melampaui angka diatas 100 orang. Mengapa penyebaran ini sangat cepat terjadi? Banyak faktor yang menyebabkan cepatnya penyebaran virus corona di Indonesia.

  • Mengabaikan #DiRumahAja

Jika seseorang sudah mulai merasakan gejala ringan corona berupa demam, batuk dan pilek, seharusnya orang tersebut sudah mulai melakukan karantina mandiri. Mengisolasi diri sendiri dalam rumah agar tidak menyebarkan virus tersebut ke orang lainnya. Hal ini kerap disepelekan karena dianggap masih ringan. Bagi yang sehat pun dianjurkan untuk tetap berada dirumah, untuk pencegah penyebaran. Apa yang terjadi adalah sebaliknya, orang yang sehat percaya diri tidak melakukan social distancing.

  • Masih Terjadi Kerumunan Massa

Meskipun pemerintah sudah melarang kerumunan massa, rupanya peringatan ini kerap diabaikan oleh sebagian orang. Di beberapa tempat masih terdapat orang-orang yang menggelar pesta pernikahan, atau sekedar nongkrong di pinggir jalan. Padahal pemerintah sudah menghimbau untuk melakukan social distancing, tapi tetap tak digubris. Akhirnya, pemerintah pun memerintahkan anggota polisi untuk membubarkan kerumunan massa yang sedang berkumpul.

  • Masih Banyak Anak-anak Berkeliaran

Masih saja ditemukan beberapa anak-anak yang masih berkeliaran di pusat perbelanjaan di beberapa kota. Ada yang sedang asyik makan di restauran dan tempat-tempat bermain seperti warnet. Orang tua seakan mengabaikan peringatan dari pemerintah karena membiarkan anak-anak tersebut masih berkeliaran diluar rumah.

  • Transportasi Umum Yang Masih Padat

Sebagian kantor dan usaha kecil lainnya sudah memberlakukan WFH (Work From Home), namun sebagiannya tidak bisa dilakukan sehinggga tetap harus masuk kerja. Akibatnya, terjadi penumpukan di beberapa transportasi umum, seperti busway, kereta, MRT, karena pemerintah membatasi moda transportasi.

  • Mengabaikan Anjuran WHO

Masih banyak orang yang mengabaikan himbauan WHO mengenai pentingnya mencuci tangan, tidak menyentuh wajah. Padahal, himbauan ini adalah untuk seluruh orang tanpa terkecuali.

Seperti yang kita ketahui, angka penyebaran semakin meningkat dari hari ke hari. Bahkan pemerintah sendiri sudah memprediksi bahkan akan ada 4000 – 6000 orang yg diprediksi akan terjangkit virus ini sampai bulan april mendatang. Tapi, masyarakat masih menganggap remeh hal ini. Jika penyebaran semakin luas, tentunya ekonomi akan terus merosot tajam, kegiatan jual-beli terhambat. Ingat, jangan sampai diri kita sendiri menjadi carrier (pembawa virus) terhadap orang terdekat kita.

Lindungi orang-orang terdekatmu, dengan cara :

  • Tutup mulut dan hidung jika bersin
  • Buang tisue dan masker yang telah digunakan ke tempat sampah dan jangan lupa untuk merobek masker agar masker tidak dapat di daur ulang.
  • Cuci tangan setelah menyentuh benda apapun
  • Jangan sentuh wajah, area wajah seperti hidung dan mata
  • Isolasi diri jika mengalami gejala ringan
  • Jika ada gejala aneh lainnya, segera kunjungi rumah sakit rujukan untuk menjalani test pemeriksaan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: