Penyakit Sifilis, Penyakit Menular Seksual

Scroll down to content

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri atau disebut juga Raja Singa. Gejala sifilis diawali dengan munculnya luka yang tidak terasa sakit di area kelamin, mulut, atau dubur. Luka pada area kelamin yang menjadi gejala sifilis (sipilis) sering kali tidak terlihat dan tidak terasa sakit, sehingga tidak disadari oleh penderitanya. Meski demikian, pada tahap ini, infeksi sudah bisa ditularkan ke orang lain. Gejala Sifilis digolongkan sesuai dengan tahap perkembangan penyakitnya. Tiap jenis sifilis memiliki gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasannya:

  • Sifilis primer, gejala sifilis dengan ditandai dengan luka (chancre) di tempat bakteri masuk.
  • Sifilis sekunder, gejala sifilis dengan ditandai dengan munculnya ruam pada tubuh.
  • Sifilis laten, gejala sifilis yang tidak menimbulkan gejala, tapi bakteri ada di dalam tubuh penderita.
  • Sifilis tersier, yaitu sifilis yang dapat menyebabkan kerusakan organ lainnya otak, saraf, atau jantung.

Penyebab dari penyakit sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan dapat menular melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui cairan tubuh pengidapnya, yaitu darah selain dari hubungan intim. bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui melalui kontak fisik dengan luka yang ada di penderita. Melihat penularannya, sifilis rentan tertular pada seseorang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Bagi sifilis primer dan sekunder, pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotik melalui pemberian suntikan dengan biasanya dilakukan selama kurang lebih 14 hari. Untuk sifilis tersier dan sifilis pada wanita hamil, waktu pengobatan akan lebih lama dan menggunakan antibiotik yang diberikan melalui infus. Pengidap sifilis akan menjalani tes darah untuk memastikan agar infeksi telah sembuh dengan total, setelah menjalani pengobatan antibiotik.

Penyakit sifilis dapat merusak organ otak, jantung, dan beberapa organ lain. Pada wanita hamil, infeksi juga berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal, bahkan kematian bayi. Untuk mengetahui seseorang menderita sifilis, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa tes darah dan pengambilan cairan luka. Tes darah untuk mengetahui adanya antibodi untuk melawan infeksi, sementara pemeriksaan cairan luka guna mengetahui keberadaan bakteri penyebab sifilis (sipilis). Pengobatan siflis atau raja singa ini akan lebih efektif jika dilakukan ketika tahap awal. Sifilis dapat diatasi dengan antibiotik penisilin.  Selama masa pengobatan, penderita dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan badan, sampai dokter memastikan infeksi sudah sembuh.

Penularan sifilis dapat dicegah dengan cara :

  • Tidak bergonta ganti pasangan
  • Melakukan hubungan suami istri yang aman.
  • Menghindari alkohol dan obat-obat terlarang
  • Memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual
  • Berhenti untuk melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama
  • Secara terbuka mendiskusikan riwayat penyakit kelamin yang dialami bersama pasangan
  • Biasakan menggunakan kondom bila harus berhubungan seksual dengan orang yang tidak dikenal.

Pemeriksaan atau skrining terhadap penyakit sifilis atau sipilis ini juga perlu dilakukan secara rutin pada orang-orang yang memiliki faktor risiko tinggi mengalami penyakit ini.

Sumber: diolah dari sumber lainnya

Photo by Shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: