Masa Kritis Industri Penerbangan, Air Asia Stop Beroperasi

Scroll down to content

Kondisi ekonomi global semakin terguncang. Salah satu sektor yang terkena dampaknya adalah sektor transportasi yakni pesawat terbang. Pandemi global akibat virus Covid-19 ini  membuat sejumlah maskapai penerbangan kewalahan. Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Denon Prawiratmadja menyatakan, beberapa maskapai telah memilih opsi menutup operasi dan melakukan PHK terhadap karyawannya karena pandemi Corona untuk mengurangi kerugian. Kabar terbaru datang dari maskapai Air Asia. Maskapai penerbangan AirAsia Indonesia menghentikan sementara seluruh layanan penerbangannya akibat meluasnya pandemi corona Covid-19.

Penghentian berlaku mulai 1 April 2020, baik untuk rute internasional maupun domestik. Penumpang yang terdampak akan menerima pemberitahuan melalui email dan SMS yang terdaftar saat pembelian tiket. Penumpang juga diberikan kesempatan untuk mengubah jadwal (reschedule) tanpa batas dan tanpa biaya tambahan atau ‘akun kredit’ berupa saldo senilai pembelian yang dapat digunakan untuk pembelian tiket berikutnya selama periode waktu 365 hari. Tidak hanya Air Asia, maskapai penerbangan lainnya juga sudah mengurangi frekuensi penerbangan mereka hingga 50 persen. Hal ini juga didukung oleh data dari International Air Transport Association (IATA), dimana terdapat lebih dari 100 negara yang menerbitkan larangan perjalanan masuk dan keluar wilayah, termasuk larangan terbang dari dan ke wilayah tertentu.

Denon juga menyatakan, apabila pandemi Covid-19 berlangsung semakin lama, industri penerbangan akan semakin terpuruk. Parahnya, bisa mengakibatkan maskapai tidak beroperasi kembali karena mengalami kebangkrutan. Untuk mengatasi kerugian ini,  beberapa maskapai penerbangan telah melakukan langkah antisipasi, seperti tutup operasi dan merumahkan seperti yang dilakukan Air Asia atau melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya baik bagi pilot, awak kabin, teknisi dan karyawan pendukung lainnya. Semoga pandemi ini segera berakhir dan bumi kembali sehat, segala sektor dipulihkan termasuk sektor transportasi. Seperti yang kita ketahui, dampak menurunnya sektor penerbangan juga berimbas pada pada sektor pariwisata.  Sektor pariwisata sendiri adalah salah satu penyumbang devisa terbesar di Indonesia.

Sumber: CNN Indonesia

Photo by Shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: