Kenali Retinoblastoma, Salah Satu Jenis Kanker Mata

Scroll down to content

Retina merupakan jaringan saraf yang terletak di bagian paling belakang mata. Retinoblastoma adalah salah satu jenis kanker mata yang menyerang bagian retina. Retina terbuat dari sel-sel saraf khusus yang sensitif terhadap cahaya. Sel-sel ini terhubung ke otak dengan saraf optik. Pola cahaya atau objek yang tertangkap retina akan diteruskan oleh saraf optik menuju bagian otak yang dinamakan dengan korteks visual, sehingga kita dapat melihat. Retinoblastoma terjadi ketika sel-sel saraf yang terdapat di retina bermutasi dan membentuk tumor. Sel-sel tersebut juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk otak dan tulang belakang. Umumnya, penyakit ini dapat menyerang salah satu ataupun kedua bagian mata. Tanda-tanda dan gejala yang paling umum terlihat adalah pupil mata terlihat putih, atau yang disebut juga dengan leukokoria.

Retinoblastoma adalah penyakit yang paling umum terjadi pada anak-anak. Sebanyak 90% kasus penyakit ini terdiagnosis pada anak berusia di bawah 4 tahun. Jumlah kejadian penyakit ini pada pasien berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sama besarnya. Penyakit ini jarang terjadi pada anak-anak di atas 6 tahun. Angka kejadian penyakit ini pada orang dewasa juga sangat kecil.

Tanda-tanda dan gejala retinoblastoma yang paling sering terlihat adalah :

  • pupil berwarna putih atau leukocoria. Pupil putih ini biasanya terlihat saat mata terkena cahaya atau flash kamera. Namun, terkadang keberadaan leukocoria bisa jadi merupakan tanda-tanda masalah mata lainnya. Kondisi ini perlu pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis mata (oftalmologi).
  • “Mata malas” atau yang strabismus. Kondisi ini menyebabkan otot mata melemah, sehingga mata terlihat juling atau fokus ke arah yang berlainan.
  • Masalah pada penglihatan
  • Sakit mata
  • Kemerahan di bagian putih mata
  • Pendarahan di bagian depan mata
  • Pembengkakan pada mata
  • Pupil tidak mengecil saat terkena cahaya yang terang
  • Iris kedua mata memiliki warna yang berbeda

Pada dasarnya, penyebab utama retinoblastoma adalah perubahan atau mutasi genetik yang terjadi pada sel-sel mata. Sejak kita lahir, sel-sel yang terdapat di mata bereplikasi dan berkembang menjadi sel-sel baru yang mengisi retina. Pada satu waktu, sel-sel tersebut akan berhenti berkembang dan menjadi sel-sel retina dewasa. Akan tetapi, pada beberapa kasus, sel-sel tersebut terus tumbuh dan berkembang secara tidak terkendali, sehingga menyebabkan munculnya jaringan tumor dan sel-sel kanker.

Beberapa jenis gen yang berperan dalam pertumbuhan dan replikasi sel adalah onkogen. Sementara itu, gen yang bertugas mengontrol sel-sel dan mengatur kapan sel harus mati adalah gen penekan tumor atau antionkogen. Perubahan sel-sel pada retina ini disebabkan oleh mutasi gen, seperti :

·         Retinoblastoma turunan atau bilateral

Jenis ini terjadi pada 1 dari 3 anak yang menderita penyakit ini. Kondisi ini diakibatkan oleh adanya mutasi germline pada salah satu gen RB1. Mutasi tersebut muncul pada masa awal perkembangan anak, bahkan saat masih berupa janin di dalam kandungan. Sebanyak 9 dari 10 anak yang lahir dengan mutasi germline RB1 akan menderita penyakit ini, dan umumnya terjadi pada kedua buah matanya.

·         Retinoblastoma non turunan atau sporadis

Pada jenis non turunan atau sporadis, kanker berkembang pada 2 dari 3 penderita. Mutasi gen RB1 tidak terjadi sejak anak lahir, namun muncul pada satu waktu tertentu dalam hidupnya (acquired). Penderita kanker jenis ini tidak berpotensi mewariskan mutasi gen pada anak-anaknya kelak. Namun, baik mutasi RB1 jenis turunan maupun non turunan, keduanya masih belum diketahui apa penyebab pastinya.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu terjadinya penyakit ini:

·         Usia

Banyak penderita penyakit ini yang didiagnosis ketika berusia kurang dari 3 atau 4 tahun. Umumnya, retinoblastoma bawaan atau turunan terdiagnosis pada tahun pertama setelah lahir.

Sementara itu, jenis kanker yang tidak diturunkan biasanya terdiagnosis pada usia 1-2 tahun. Penyakit ini sangat jarang ditemukan pada anak-anak berusia di atas 6 tahun dan pada orang dewasa.

·         Keturunan keluarga

Risiko seorang anak menderita penyakit ini akan lebih tinggi apabila memiliki orang tua dengan retinoblastoma turunan. Kondisi ini seringkali memengaruhi kedua mata, atau bilateral.

·         Faktor risiko lainnya

Beberapa faktor risiko lainnya yang mungkin memengaruhi seseorang terkena penyakit ini adalah kurang mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran selama masa kehamilan, terpapar zat kimia seperti bensin atau asap knalpot selama masa kehamilan.

Anak-anak yang mendapatkan pengobatan kemungkinan dapat menderita penyakit ini lagi setelah disembuhkan. Oleh karena itu, dokter akan selalu menjadwalkan pemeriksaan lanjutan atau follow-up untuk mengecek apakah sel-sel kanker pada mata kembali muncul. Di samping itu, anak yang memiliki penyakit ini dari turunan kedua orang tuanya juga berpotensi menderita kanker jenis lainnya. Kondisi ini kemungkinan terjadi beberapa tahun setelah pengobatan.

Terdapat beberapa tingkatan atau stadium dalam penyakit ini. Pembagian stadium berdasarkan pada seberapa jauh sel-sel kanker atau tumor menyebar setelah prosedur operasi dilakukan. Pembagian ini sesuai dengan standar The International Retinoblastoma Staging System (IRSS).

1. Stadium 0

Pada tingkatan ini, tumor atau sel-sel kanker hanya terdapat di bagian mata. Pengobatan masih dapat dilakukan tanpa prosedur operasi pengangkatan mata.

2. Stadium 1

Tumor hanya terdapat di bagian mata. Setelah prosedur bedah pengangkatan mata, tidak ada lagi sel-sel kanker yang tersisa.

3. Stadium 2

Tumor hanya terdapat di bagian mata. Setelah prosedur operasi pengangkatan mata, masih terdapat sel-sel kanker yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop.

4. Stadium 3

Stadium ini dapat dibagi menjadi stadium 3a dan 3b.

  • Stadium 3a

Pada stadium ini, sel-sel kanker telah menyebar dari mata menuju jaringan sekitar kantong mata.

  • Stadium 3b

Sel-sel kanker telah menyebar dari mata menuju kelenjar-kelenjar limfa di sekitar telinga atau leher.

5. Stadium 4

Stadium ini juga dibagi menjadi dua, yaitu stadium 4a dan 4b.

  • Stadium 4a

Pada tingkatan ini, sel-sel kanker telah menyebar ke aliran darah, namun belum mencapai otak dan saraf tulang belakang. Tumor mungkin telah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang atau hati.

  • Stadium 4b

Di stadium ini, sel-sel kanker telah menyebar ke otak, saraf tulang belakang, dan bagian-bagian tubuh lainnya.

Ketika Anda melihat adanya tanda-tanda dan gejala retinoblastoma pada anak Anda, segera periksakan ke dokter terdekat. Dokter akan melakukan beberapa tes akan dilakukan untuk mendeteksi dan mendiagnosis penyakit ini:

1. Tes mata dengan keadaan pupil melebar

Tes ini dilakukan dengan cara meneteskan obat tetes khusus agar pupil mata dapat melebar. Dengan tes ini, dokter dapat melihat bagian dalam mata, termasuk retina dan saraf optik. Tergantung pada usia anak, tes ini biasanya dilakukan dengan obat bius.

Beberapa jenis tes yang dilakukan adalah Oftalmoskopi, Biomikroskopi slit-lamp, Fluorescein angiography.

2. Tes genetik RB1

Dokter akan mengambil sampel darah atau jaringan tubuh anak dan diperiksa di laboratorium. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada perubahan atau mutasi pada gen RB1.

3. USG mata

Prosedur ini dilakukan dengan cara memancarkan gelombang suara berkekuatan tinggi pada jaringan-jaringan dalam mata. Dari pancaran gelombang ini, gambar bagian dalam mata akan dihasilkan secara detail.

4. MRI

Tes ini menggunakan gelombang magnet dan radio untuk menghasilkan gambar yang jelas dari bagian dalam mata.

5. CT scan

Menyerupai USG dan MRI, tes ini bertujuan untuk mendapatkan foto atau gambar dari bagian mata. Gambar diambil dengan mesin X-ray dari berbagai sudut.

Pilihan pengobatan tergantung pada seberapa besar ukuran tumor, lokasinya, apakah kanker mengenai salah satu atau kedua mata, seberapa terganggu penglihatannya, serta seberapa jauh penyakit tersebut menyebar ke luar mata. Tujuan dari pengobatan retinoblastoma adalah menyingkirkan sel-sel kanker, menyelamatkan mata yang terdampak, memperbaiki penglihatan, dan mengurangi risiko efek samping yang mungkin muncul setelah pengobatan.

Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang tersedia:

1. Cryotherapy

Terapi ini dilakukan dengan cara menggunakan alat untuk membekukan dan menghancurkan jaringan-jaringan tidak normal tubuh. Prosedur ini juga seringkali disebut dengan cryosurgery.

2. Thermotherapy

Dalam pengobatan jenis ini, sebuah mesin dengan cahaya laser digunakan pada pupil mata. Tujuannya adalah menghantarkan panas untuk menghancurkan sel-sel kanker pada mata.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah prosedur yang menggunakan obat untuk membunuh sel-sel kanker. Obat ini diberikan dengan cara disuntik atau diminum.

Terdapat dua jenis kemoterapi, yaitu kemoterapi sistemik dan kemoterapi regional. Jenis sistemik dilakukan dengan cara menyuntikkan atau meminumkan obat, yang kemudian mengalir melalui aliran darah. Pada jenis regional, obat langsung disuntikkan ke bagian tubuh yang terkena sel-sel kanker.

4. Terapi radiasi (radioterapi)

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan radiasi berkekuatan tinggi untuk membunuh sel-sel kanker Terdapat dua jenis radioterapi, yaitu internal (menyuntikkan cairan radiasi ke dalam tubuh) dan eksternal (menggunakan mesin pemancar radiasi dari luar tubuh).

5. Operasi (enucleation)

Operasi dilakukan untuk mengangkat mata dan sebagian saraf optik. Enucleation merupakan jalan yang dipilih apabila pengobatan-pengobatan di atas tidak membuahkan hasil. Pasien yang matanya diangkat biasanya akan diberikan mata palsu.

Setelah operasi, pasien harus melakukan pemeriksaan lanjutan selama 2 tahun atau lebih, untuk mencegah kemungkinan sel-sel kanker muncul kembali.

Sumber: Hello Sehat

Photo by MedicabOO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: