Organisasi Sosial Dalam Mendaur Ulang Limbah Makanan

Scroll down to content

Kemiskinan merupakan masalah yang global yang harus dihadapi oleh seluruh negara berkembang di dunia. Bahkan, kemiskinan dijadikan sebagai tolak ukur tingkat kemakmuran suatu negara. Di indonesia sendiri, presentase tingkat penduduk miskin melebihi 24 juta jiwa. Kemiskinan di Indonesia ini dipandang dari sisi ekonomi, dimana warga miskin sulit untuk memenuhi kebutuhan makanan. Hal ini didasarkan oleh laju pertumbuhan tidak seimbang dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Akibatnya, banyak penganguran berkeliaran dan pendidikan masyarakat yang tergolong rendah.

Karena faktor tersebut, banyak orang miskin yang mengalami kesulitan untuk makan dan bertahan hidup. Sedangkan, limbah makanan yang terbuang setiap tahunnya mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Indonesia merupakan penyumbang sampah makanan terbesar kedua di dunia. Menurut Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, setiap harinya ada 7500 ton sampah yang diangkut dan sekitar 54% dari sampah tersebut merupakan sampah makanan yang sudah dikonsumsi, maupun saat diproduksi. Sampah makanan tersebut berasal dari restoran, katering, bakery, hotel, dan acara-acara besar. Faktor inilah yang menjadi motivasi dari beberapa organisasi sosial untuk mengelola sampah makanan tersebut untuk disalurkan ke orang-orang yang membutuhkan. Siapa sajakah mereka?

  • Foodbank of Indonesia (FOI)

FOI merupakan organisasi sosial yang bergerak di bidang pangan. Organisasi ini didirikan sepasang suami istri, Wida Septarina dan Hendro Utomo, pada 21 Mei 2015. Tujuan dari organisasi ini adalah membantu orang-orang yang kelaparan dan gizi buruk untuk mendapatkan makanan yang layak.

  • Garda pangan

Garda Pangan  menerima sisa makanan dari pada komunitas yang mengumpulkan makanan berlebih dari restoran, katering, bakery, hotel, lahan pertanian, event, dan pernikahan. Tentunya, sebelum dibuang makanan tersebut akan melewati serangkaian uji kelayakan makanan dan disalurkan pada masyarakat pra-sejahtera di kota Surabaya.

  • Blessing of Share 

Blessing of Share  merupakan program yang digagas oleh Bridestory bersama Food Cycle. Program ini merupakan penyaluran sisa makanan dari acara pernikahan untuk kaum miskin di Indonesia. Cara mengikuti program ini cukup mudah. Pasangan yang akan menikah perlu mendaftar dan menentukan individu yang bertanggungjawab mengoordinasikan pengumpulan makanan sisa pada hari pernikahan. Kemudian, orang tersebut akan dihubungi oleh tim Food Cycle untuk mengirimkan makanan sisa dengan jasa Go-Jek ke Bank Makanan Indonesia, yang kemudian akan dibagikan lagi ke kaum miskin.

Cara ini merupakan suatu solusi untuk mewujudkan kesehjateraan pangan di Indonesia. Melalui organisasi sosial tersebut,  masyarakat menengah dan menengah ketas pun dapat ikut andil untuk bersama membangun kepedulian masyarakat, dan ikut membangun keadilan sosial di bidang pangan, untuk mencegah kelaparan.

Sumber: WomanTalk

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: