Lockdown di India Berujung Petaka

Scroll down to content

Selama virus Corona mulai menyebar, beberapa negara melakukan lockdown secara nasional. Tujuan dari lockdown ini adalah untuk mencegah penyebaran virus tersebut agar tidak semakin parah. Hal tersebut juga dilakukan oleh negara India. Dimana lockdown di India dimulai pada tanggal 24 Maret 2020 hingga 21 hari kedepan oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi. Semenjak diberlakukannya lockdown di negara rempah-rempah tersebut, situasi menjadi kacau dan tidak kondusif. Ribuan buruh harian di kota besar justru kehilangan pekerjaan, dan buruh-buruh yang memilih untuk pulang kembali ke kampung halaman dengan jalan kaki selama berhari-hari.

Pemerintah pusat India di New Delhi sudah meminta agar pemerintahan negara bagian menghentikan laju migrasi para buruh dengan memberikan bantuan seperti akomodasi dan penampungan darurat selama masa lockdown. Menurut PM India, Narendra Modi, tidak ada cara yang bisa dilakukan selain lockdown. Tidak hanya itu, penumpukan massa juga terjadi di stasiun kereta dan terminal bus. Sarana transportasi serba dibatasi, bahkan kereta api sudah berhenti beroperasi semenjak 23 Maret 2020. Kebijakan lockdown yang ditetapkan oleh PM India dilakukan tanpa persiapan sama sekali dan rencana yang matang.

Akibatnya, banyak warga menyebar dari kota satu ke kota lainnya dan virus pun mewabah sampai ke desa-desa kecil. Lockdown yang seharusnya bertujuan untuk mencegah penyebaran menjadi petaka karena meningkatkan resiko penyebaran. Banyak pekerja mengalami kelaparan akibatnya India mengalami kerusuhan karena warga yang panic buying memborong seluruh kebutuhan bahan pokok dan obat-obatan. Antrian panjang terlihat di sepanjang supermarket dan apotik. Karena kebijakan lockdown tanpa persiapan ini, Modi pun telah meminta maaf secara resmi kepada warga dan masyarakat atas kebijakannya tersebut. Menurutnya, ini adalah pertempuran hidup dan mati seseorang.

Sebagai balasannya, Pemerintah India akan memberikan stimulus senilai 22,7 milyar dolar AS kepada 800 juta warga miskin. Saat ini, sudah lebih dari 1000 jiwa yang positif terjangkit virus ini, dan kemungkinan jumlah ini akan terus bertambah. Mari kita berdoa agar bumi kita segera dipulihkan sehingga kesenjangan sosial yang terjadi tidak semakin parah.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: