Luka Saat Menggosok Gigit Sebabkan Bakteremia? Ketahui Gejalanya

Scroll down to content

Bakteremia merupakan bakteri hidup dalam darah. Pada orang yang sehat, bakteremia hanyalah infeksi ringan yang bersifat sementara, dan tidak menyebabkan gejala sisa lainnya. Pasalnya, bakteri biasanya hanya berjumlah sedikit dan langsung dilawan oleh sistem imun tubuh. Namun jika sistem imun menurun atau jumlah bakteri cukup signifikan, bakteremia dapat berkembang menjadi infeksi bakteri di dalam darah, dan dapat menyangkut pada bagian tubuh tertentu, seperti katup jantung yang abnormal, dan pada bagian tubuh artifisial (buatan), seperti sendi prostetik. Oleh karena itu, orang dengan kelainan jantung dan memiliki sendi prostetik lebih rentan terkena bakteremia.

Bakteremia yang disebabkan oleh aktivitas sehari-hari pada orang sehat umumnya tidak menimbulkan gejala. Sementara pada bakteremia yang signifikan, tanda klasiknya adalah demam yang dapat disertai dengan gejala lain, seperti menggigil. Tanda bahaya bakteremia yang berkembang menjadi syok adalah turunnya tekanan darah yang drastis, detak jantung yang cepat, pernapasan yang cepat, turunnya kesadaran atau tampak linglung, berkurangnya produksi urine, dan sesak.

Semua infeksi bakteri bergantung pada kondisi imun penderita, genetik dan penyakit bawaan maupun penyakit yang diderita. Pertahanan pertama tubuh dari bakteri adalah kulit dan membran mukosa. Berbagai keadaan dapat menurunkan pertahanan ini. Beberapa penyebab yang sering meliputi:

  • Aktivitas sehari-hari, seperti menggosok gigi terlalu kuat yang sering menyebabkan bakteremia pada orang sehat. Ketika menggosok gigi terlalu kuat, akan terjadi trauma mikro pada gusi sehingga permukaannya menjadi tidak utuh. Kondisi ini merupakan tempat masuknya kuman yang berada hingga ke pembuluh darah.
  • Prosedur medis minor, seperti mencabut gigi, pemasangan selang kateter ke dalam saluran kemih, dan prosedur bedah minor.
  • Infeksi bakteri, seperti infeksi paru-paru. Bakteri yang masuk lewat saluran napas menuju ke paru dapat masuk ke pembuluh darah dan beredar ke seluruh tubuh.
  • Penyuntikan obat-obatan dengan jarum yang tidak steril atau tidak didahului pembersihan kulit yang akan disuntik.
  • Kondisi-kondisi lain, seperti luka bakar, luka terbuka, dan proses penuaan.

Penyebab bakteremia berbeda-beda, tergantung pada sumber infeksi utama, karakteristik populasi orang sekitar, dan lokasi geografis. Pada pasien rumah sakit, bakteremia sering disebabkan oleh alat medis. Contohnya, selang yang dimasukkan ke saluran napas, saluran kemih, maupun ke dalam vena besar tubuh. Pada bakteremia yang didapatkan dari lingkungan sekitar, infeksi saluran kemih dan infeksi paru (pneumonia) merupakan penyebab terbanyak. Secara umum, bakteri yang menjadi penyebab terbanyak dari bakteremia adalah :

  •  Escherichia coli
  • Staphylococcus aureus
  • Streptococcus pneumonia
  • Salmonella.

Keempat bakteri ini biasanya menyebabkan bakteremia ringan yang akan sembuh sendiri. Bakteremia membutuhkan penanganan cepat dan tepat dengan antibiotik. Jika pengobatan ditunda, risiko sakit dan kematian akan lebih tinggi.  Bakteremia yang signifikan dan tidak tertangani dapat berlanjut menjadi komplikasi. Contoh komplikasi bakteremia meliputi:

  • Pneumonia (infeksi paru-paru).
  • Endokarditis dan perikarditis (infeksi jantung).
  • Artritis septik (infeksi sendi).
  • Osteomyelitis (infeksi tulang dan sumsum tulang).
  • Selulitis (infeksi jaringan di bawah kulit).
  • Meningitis (infeksi pada selaput otak).
  • Sepsis.
  • Syok sepsis.
  • Kegagalan organ multipel.
  • Kematian.

Orang yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami komplikasi bakteremia sebaiknya menerima antibiotik sebelum menjalani tindakan prosedur medis apapun. Sekalipun operasi hanya minor seperti prosedur gigi. Antibiotik diberikan dengan tujuan mencegah infeksi.

Sumber: SehatKu

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: