Austisme, Persoalan Yang Membutuhkan Perhatian Dunia

Scroll down to content

 Setiap tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia atau World Autism Awareness Day (WAAD), yang ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 18 Desember 2007. Melalui Hari Peduli Autisme ini, diharapkan kedepannya persoalan mengenai  autisme mendapatkan perhatian dunia sebagai masalah kesehatan. PBB juga mengimbau untuk mengambil langkah untuk meningkatkan kesadaran terhadap autisme di kalangan masyarakat. Adanya Hari Peduli Autisme juga bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih memahami tentang autisme. Autisme dapat terjadi pada siapapun, tanpa pandang bulu. Biasanya, gejala autisme akan tampak makin jelas setelah anak mencapai usia 3 tahun, yaitu berupa adanya gangguan komunikasi verbal maupun non-verbal (terlambat bicara, banyak meniru), gangguan dalam interaksi sosial, gangguan dalam berperilaku, gangguan dalam emosi, dan gangguan dalam Persepsi Sensoris.

Terkadang, ada orangtua yang sulit menerima bahwa kondisi anak mereka adalah autis, sehingga cenderung diabaikan. Nyatanya, justru anak penyandang autisme sangat membutuhkan sosok yang dapat memahami keadaannya dan memberikan perhatian yang layak dan baik agar mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi insan yang tangguh. Tentu saja, peran ekstra orangtua sangat berperan disini. Penyandang autisme seringkali dikucilkan dan dianggap anak aneh, sehingga sensitif terhadap kekerasan atau diskriminasi di sekitarnya.

Di Hari Peduli Autisme  ini, diharapkan dapat membangun kesadaran bagaimana anak-anak normal lainnya berusaha memahami anak-anak penyandang austime. Bagaimanapun juga, penyandang autisme juga memiliki hak untuk diperlakukan dengan sama. jika kesadaran ini timbul di tengah masyarakat, tentuya dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang nyaman. Tidak hanya anak austisme yang butuh perhatian, para orangtua yang masih belum menerima keadaan anaknya pun butuh dukungan untuk menerima kenyataan. Untuk itu, untuk mendukung Hari Peduli Autisme ini diperlukan kesadaran semua pihak, untuk kebaikan bersama, dan untuk masa depan anak-anak Indonesia.

sumber: diolah dari beberapa sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: