“Buku Adalah Cara Orang Mati Berkomunikasi” – Hari Buku Anak Sedunia 2020

Scroll down to content

Hari Buku Anak Sedunia jatuh setiap tanggal 2 April.  Sejak tahun 1967, tanggal 2 April dipilih menjadi Hari Buku Anak Sedunia, sesuai dengan tanggal lahir Hans Christian Andersen, penulis buku anak termahsyur asal Denmark. Hari Buku Anak Sedunia pertama kali dicetuskan oleh sebuah organisasi yang bernama International Board of Books for Young People (IBBY) pada tahun 1966. Pasti pernah kita mendengar kisah Si Itik Buruk Rupa, Gadis Penjual Korek Api, atau pun Legenda Putri Duyung, kisah ini adalah segelintir kisah dari sekian banyak karya Hans Christian Andersen yang mendunia. Hans Christian Andersen lahir di Denmark pada 2 April 1805. Hari Buku Anak Sedunia diperingati sebagai penghargaan atas kontribusi beliau untuk anak-anak di dunia.

Ketua Wanita Penulis Indonesia (WPI) Sumut, Dra Anita Kencana Wati, upaya meningkatkan minat membaca dan menulis perlu dilakukan terus menerus, untuk mendukung anak-anak dalam meraih cita-citanya kelak. Menurut Dra Anita, menulis merupakan aksi dari pikiran, yang merupakan kesimpulan dari berbagai macam gagasan, yang dipetik dari beragam bacaan. Ketika seseorang banyak membaca, maka sudah tentu ia akan dapat menuliskan kembali ilmu yang diperolehnya dari bahan bacaan itu dengan gaya bahasanya sendiri. Semakin banyak hasil karya tulis, maka menunjukan semakin banyak hasil buah dari pemikiran. Bagaimana biasanya Hari Buku Anak Sedunia ini dirayakan? Di Indonesia, perayaan Hari Buku Anak Sedunia memang belum jadi rutinitas yang diselenggrakan di sekolah maupun di event-event lain.

Namun, perayaan Hari Buku Anak Sedunia sudah menjadi perayaan tahunan di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Setiap sekolah, perpustakaan dan toko buku biasanya menyelenggarakan event tahunan untuk merayakan Hari Buku Anak Sedunia. Kegiatan mendongeng untuk anak biasanya tidak pernah luput dari acara-acara ini.Selain itu, kegiatan membaca buku anak bersama dengan penulisnya pun selalu menjadi kegiatan ekstra untuk merayakan Hari Buku Anak Sedunia. Para orangtua pun biasanya memanfaatkan momen hari buku anak untuk mengajak anak mereka ke perpustakaan atau toko buku terdekat untuk membeli buku anak bersama-sama. Tahun 2020 ini, Hari Buku Anak Sedunia hampir tidak kedengaran suaranya akibat pandemi yang melanda dunia. Organisasi Perlindungan Anak Internasional UNICEF juga menganjurkan agar semua orang tetap membaca buku meskipun berada dalam situasi pandemi seperti sekarang.

Buku adalah cara orang mati berkomunikasi dengan kita. Cara kita menyerap pelajaran dari orang-orang yang tidak lagi bersama kita, cara manusia membangunkan dirinya sendiri, berkembang, membuat pengetahuan semakin bertambah daripada sesuatu yang harus dipelajari kembali, berulang-ulang.” – Pengarang Kisah Caroline, Neil Gaiman.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: