Food Bank of Indonesia, Pengelola Sampah Makanan di Indonesia

Scroll down to content

Kemiskinan merupakan masalah yang rata-rata dihadapi oleh seluruh negara berkembang. Di Indonesia, penduduk miskin melebihi 24 juta jiwa. Hal ini dikarenakan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia, serta banyaknya penganguran berkeliaran dan pendidikan masyarakat yang tergolong rendah. Dilihat dari sisi ekonomi, warga miskin sulit untuk memenuhi kebutuhan makanan. Menurut Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, setiap harinya ada 7500 ton sampah yang diangkut berasal dari sampah makanan yang sudah dikonsumsi, maupun saat diproduksi.  Faktor inilah yang menjadi motivasi dari Organisasi Sosial Food Bank of Indonesia untuk mengelola sampah makanan tersebut untuk disalurkan ke orang-orang yang membutuhkan.

Foodbank of Indonesia (FOI)merupakan organisasi sosial yang bergerak di bidang pangan. Organisasi ini didirikan sepasang suami istri, Wida Septarina dan Hendro Utomo pada 2015. Tujuan dari organisasi ini adalah membantu orang-orang yang kelaparan dan gizi buruk untuk mendapatkan makanan yang layak. Kepeduliaan terhadap sesama, merupakan salah satu motivasi mengapa didirikannya organisasi FOI ini. FOI mendistribusikan   makanan untuk mencegah kelaparan di kelompok masyarakat miskin dengan cara bekerjasama dengan pihak yang memiliki akses pangan. Sejauh ini sudah ada 19 kerjasama yang diantaranya terdiri dari manufaktur atau toko bahan pangan, pedagang ritel, restoran, dan sektor bisnis lainnya seperti vendor pernikahan, supermarket, dan hotel.

Sumbangan makanan yang diberikan ke FOI akan disortir berdasarkan kelayakan makan. Jika tidak lulus kelayakan, maka akan dijadikan sebagai makan ternak, dan jika lulus uji kelayakan maka makanan tersebut akan diolah kembali dan didistribusikan melalui Pos Pangan kepada masyarakat lemah yang terdiri atas rumah tangga miskin, manula, penyandang disabilitas, dan lainnya. Tidak hanya itu, FOI juga mengadakan program untuk perbaikan gizi yaitu “Mentari Bangsaku” untuk anak-anak yang berusia 5 hingga 14 tahun.  Cara ini merupakan suatu solusi untuk mewujudkan kesehjateraan pangan di Indonesia.

Melalui organisasi sosial tersebut,  masyarakat menengah dan menengah ketas pun dapat ikut andil untuk bersama membangun kepedulian masyarakat, dan ikut membangun keadilan sosial di bidang pangan, untuk mencegah kelaparan. berbagai perusahaan makanan untuk menyalurkan makanan layak konsumsi mereka yang masih tersisa kepada orang-orang yang membutuhkan. Kini relawan FOI telah tersebar di berbagai kota di Indonesia, di antaranya Bogor, Karawang, Magelang, Pandeglang, Bandung, Cirebon, Surabaya, Semarang, Bontang, dan Ambon.

Sumber: Food Bank of Indonesia Org

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: