Gunakan Cara Berikut Untuk Berbicara Dengan Penderita Tunarungu

Scroll down to content

Tunarungu adalah seseorang yang memiliki hambatan dalam fungsi pendengarannya. Kondisi ini bisa berlangsung hanya sementara atau permanen. Tunarungu dibagi menjadi dua kategori, yaitu tuli (deaf) dan kurang pendengaran (hard of hearing). Tuli merupakan kerusakan indera pendengaran sehingga tidak bisa mendengar lagi. Sedangkan sulit mendengar adalah kerusakan pada indera pendengaran yang masih dapat diperbaiki menggunakan alat bantu dengar.

Komunikasi khusus diperlukan agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan penderita tunarungu. Alat bantu pendengaran ini dapat berupa implan koklea yang ditanamkan pada telinga melalui pembedahan, atau metode lepas pasang sesuai keinginan.

Berikut ini adalah cara yang dapat Anda lakukan untuk berkomunikasi dengan penyandang tunarungu:

  • Sentuh atau tepuk pundaknya untuk memberi isyarat dengan bahasa tubuh.
  • Lakukan kontak mata selama komunikasi, agar ekspresi wajah bisa terlihat dan bisa dipahami dengan mudah
  • Hindari berbicara dengan cara berbisik atau mengeraskan suara karena dapat menyulitkan penyandang tunarungu dalam membaca gerakan bibir.

Berkomunikasi dengan penyandang tunarungu memerlukan bahasa isyarat yang resmi agar kedua belah pihak dapat saling memahami isi pembicaraan dengan lebih mudah. Informasi yang didapatkan anak tunarungu akan menjadi tidak bermakna apa-apa jika mereka tidak memahami apa maksud dari informasi tersebut.

Berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat maupun gaya tubuh, bukanlah sebuah hal yang mudah karena memerlukan tahapan terapi wicara sejak kecil. Dalam perkembangannya, anak tunarungu dapat membaca jika ada kalimat yang dituliskan, namun tidak memahami apa arti atau pesan dari apa yang akan disampaikan dalam kalimat tersebut.

Kemampuan membaca dan pemahamannya akan sangat diperlukan untuk menggali kemampuan berkomunikasi penderita tunarungu sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Pendengaran begitu penting bagi kehidupan setiap insan. Untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan pendengaran lainnya, disarankan untuk tidak melakukan hal-hal berikut :

  • Tidak mendengarkan televisi, radio, atau musik dengan volume yang terlalu keras.
  • Tidak memasukkan jari atau benda-benda seperti cotton buds, kapas, kain, dan tisu ke dalam telinga.

diolah dari berbagai sumber

photo by orami parenting

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: