Kecemasan Selama Masa Covid-19 Berujung Bunuh Diri

Scroll down to content

Krisis global akibat wabah pandemi Covid-19 telah menelan banyak korban jiwa di seluruh belahan dunia. Pengaruh dari Covid-19 ini telah meningkatkan rasa cemas di kalangan masyarakat dunia. Bukan hanya kecemasan karena takut terjangkit, juga adanya rasa cemas karena efek dari covid-19 ini yang sangat buruk, terutama bagi sektor ekonomi. Karena kecemasan tersebut, banyak orang menjadi depresi karenanya dan bahkan bahkan memutuskan untuk melakukan tindakan bunuh diri karena takut efek yang dirasakan setelahnya. Ada kasus pembunuhan di Italia antara dua sejoli yang terjadi karena kecemasan akan menularkan virus ini ke pasangannya. Tidak hanya itu, beberapa kasus bunuh diri pun banyak mencuat.

Beberapa kasus bunuh diri tersebut, diketahui motifnya karena tidak dapat lagi menahan dan menghadapi dampak dari Covid-19 ini. Dilansir dari suara.com melalui Psikiater Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ atau yang lebih akrab disapa Noriyu  mengatakan bahwa terjadinya kasus-kasus bunuh diri akibat COVID-19 adalah Werther Effect atau Copycat Syndrome atau imitasi yang terjadi pada 3 hari pertama dan kemudian menurun setelah 2 minggu walau ada kalanya bertahan lebih lama. Berikut adalah daftar kejadian bunuh diri terkait Corona Covid-19 yang terjadi di tiga belahan dunia berbeda.

  • Perawat Italia

Daniela Trezzi adalah seorang perawat Italia berumur 34 tahun yang memutuskan mengakhiri hidupnya karena dinyatakan terinfeksi virus Corona Covid-19 dan takut menularkan virus tersebut kepada orang lain.

  • Menteri Keuangan Jerman

Menteri Keuangan Jerman, Hesse Thomas Schaefer merupakan seorang menteri berusia 54 tahun. Ia ditemukan tergeletak di dekat rel kereta api pada Minggu, 29 Maret 2020. Thomas memilih mengakhiri hidupnya karena sangat takut dan bingung menangani dampak ekonomi akibat Corona Covid-19.

  • Remaja Inggris

Emily Owen adalah seorang remaja asal Inggris berusia 18 tahun dan bekerja sebagai pelayan. Ia meninggal karena bunuh diri dan tertekan selama menjalani masa isolasi dan pembatasan aktivitas fisik demi mencegah penularan Covid-19. Beberapa hari sebelumnya Owen sudah memperingatkan keluarga bahwa dia tidak tahan dengan dunia yang sempit, rencana-rencana gagal, dan terjebak di dalam rumah.

  • WNA Korea Selatan

WNA asal Korea Selatan tersebut menggantung dirinya di sebuah kamar hotel di Solo karena merasa terpapar virus Corona Covid-19 setelah pulang bepergian dari China dan Korea Selatan. Hasil tes menunjukkan bahwa WNA tersebut dinyatakan negatif virus Corona Covid-19.

Perjuangan setiap orang dalam melakukan pencegahan tidaklah mudah. Dari mulai tenaga medis yang menjadi garda di depan, masyarakat yang melakukan isolasi dirumah masing-masing membawa pekerjaan sekaligus tugas sekolah anak, pemerintah yang menyiapkan solusi agar warga tidak kesusahan. Jalan kita untuk menghadapi Covid-19 ini bukan hanya secara fisik, melainkan juga mental. Jangan lupa untuk saling mendukung sesama kita, tidak mengucilkan ODP, PDP, bahkan pasien positif itu sendiri. Berilah dukungan kita terhadap mereka sehingga mereka dapat merasa lebih nyaman.

Photo by Shutterstock

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: