Ketahui Penyebab Selulit di Usia Dini

Scroll down to content

Kata “Selulit” mungkin sudah sering terdengar. Tetapi, apakah kita mengetahui bagaimana selulit bisa terjadi? Beberapa orang banyak mengartikan selulit sebagai tumpukan lemak pada kulit. Namun, selulit sebenarnya adalah kondisi pada kulit seperti berlesung dan bergelombang karena timbunan lemak. Biasanya selulit ditemukan paling banyak di area paha dan bokong. Namun, perlu diketahui bahwa penyebab dari selulit itu sendiri bukan berasal dari lemak. Pada umumnya, wanita paling sering menghadapi kondisi seperti ini. Baik di dalam kondisi tubuh yang kurus maupun gemuk. Bagaimanakah proses terjadinya selulit?

Dilansir dari Hello Sehat, ketika seseorang di usia muda, jaringan ikat kita kenyal dan elastis, meregang, dan menyesuaikan dengan kulit sehingga semuanya tetap halus. Kemudian terjadilah pubertas, dan hormon mengacaukan jaringan ikat, membuatnya lebih kaku dan kurang elastis. Pada saat yang sama, sel-sel lemak kita cenderung untuk membentang di area tertentu, mendesak keluar pada kulit. Seiring serat-serat jaringan ikat menyusut dan menjadi kaku dengan usia, mereka semakin menarik turun kulit. Pada saat yang sama, simpanan lemak yang meningkat ini mendesak keluar di area di sekitarnya. Gabungkan dua kejadian ini bersama, dan hasilnya adalah permukaan kulit yang bergelombang dan terlihat tidak menarik.

Seiring dengan bertambahnya usia, lapisan luar kulit melemah, menipis, dan kehilangan elastisitasnya. Gravitasi berpengaruh secara negatif, dan kulit mulai kendur. Oleh karena septa jaringan ikat tetap utuh dan sering kali menyusut dan menegang lebih lanjut seiring waktu, penampilan selulit terus memburuk seiring bertambahnya usia. Faktor lain yang memperparah dalam perkembangan selulit adalah berat badan yang naik turun. Siklus peningkatan dan penurunan berat badan yang berulang akan merusak elastisitas kulit lebih lanjut, membuat selulit lebih jelas terlihat.

Selulit tidak dapat hilang sepenuhnya, namun dapat diperbaiki dengan menjalani gaya hidup sehat. Dengan tidak merokok, dan menjalani diet dan program olahraga yang masuk akal, olahraga yang tepat akan mengurangi lapisan lemak di bawah kulit, membuat selulit menjadi tidak begitu terlihat. Pola makan tepat juga dapat membuat kulit dan jaringan ikat tetap kuat, sehat, dan lebih kenyal. Selain itu, tetap menjaga hidrasi dan makan dengan benar akan membantu mencegah retensi cairan yang memperburuk selulit. Olahraga bisa membantu selulit dalam banyak cara, karena dapat meningkatkan sirkulasi darah dan bentuk otot di area yang rentan selulit, dan mengeliminasi sampah dan retensi cairan yang berlebih.

Nah, ayo coba di cek apakah tubuhmu sudah ada ciri-ciri selulit? Jika Iya, kamu bisa coba lakukan hal diatas yah!

Photo by Orami Parenting

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: