Memperingati Hari Kesehatan Dunia di Tengah Pandemi Global

Scroll down to content

Di tengah pandemi global ini, dunia juga memperingati World Health Day atau Hari Kesehatan Dunia yang jatuh tepat di tanggal 7 April. Hari Kesehatan Dunia ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran global tentunya untuk bidang kesehatan. Hari Kesehatan Dunia juga menandai berdirinya World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia yang pada awalnya dibentuk pada tahun 1950. Seperti yang kita ketahui, WHO adalah badan khusus milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bekerja untuk mengangkat masalah kesehatan masyarakat skala internasional. WHO berkantor pusat di Jenewa, Swiss, dengan 150 kantor yang tersebar di seluruh dunia.

Setiap tahunnya, WHO memberikan tema untuk merayakan hari kesehatan. Pada tahun ini, WHO mengangkat tema “Support Nurses and Midwives” atau Dukung Perawat dan Bidan. WHO menyadari peranan nyata utama perawat dan bidan terhadap kualitas pelayanan sistem kesehatan. Terutama di era pandemi ini, Perawat dan Bidan menjadi orang di garda terdepan menomorduakan kesehatan mereka sendiri dalam risiko untuk melindungi masyarakat luas dari penyebaran Virus Covid-19. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom mengatakan, mengajak seluruh negara, untuk memberikan dukungan nyata kepada para perawat dan bidan di seluruh dunia yang mengabdikan dirinya sebagai profesi kesehatan terdepan, terutama pada masa pandemi global saat ini.

Perawat dan bidan adalah profesi kesehatan yang membutuhkan kompetensi dan sertifikasi yang teruji.  Untuk itu, WHO meminta dukungan pada seluruh negara untuk memperkuat tenaga keperawatan dan kebidana agar dapat mencapai target kesehatan nasional hingga global. Tenaga keperawatan dan kebidanan saat ini lebih di dominasi oleh kaum perempuan. Semenjak pandemi Covid-19 melanda dunia, sejumlah perawat di berbagai negara mengalami kekurangan alat pelindung diri (APD), termasuk di Indonesia. Kondisi ini membuat para perawat berisiko tertular infeksi virus corona dari pasien yang dirawatnya. Oleh karena itu, WHO sendiri akan memastikan perawat-perawat tesebut tidak berganti profesi  di kemudian hari.

Sumber: diolah dari beberapa sumber

Photo by FK UGM

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: