Bentuk Tahi Lalat Terlihat Aneh? Waspada Gejala Kanker Kulit Melanoma

Scroll down to content

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling serius dan terjadi pada orang berusia di bawah 40 tahun, terutama wanita. Kanker kulit ini terjadi karena adanya gangguan sel yang memproduksi melanin (pigmen pemberi warna kulit) atau melanosit. Kebanyakan melanoma terlihat seperti tahi lalat baru. Namun, sebagian kasusnya juga berkembang dari tahi lalat yang sudah ada, lalu menyebar di sekitarnya dan kemudian semakin dalam ke kulit, ke pembuluh darah, dan kelenjar getah bening, dan terakhir ke dalam hati, paru-paru, dan tulang. Pada pria melanoma biasanya lebih sering menyerang dada dan punggung. Sedangkan pada wanita bagian yang paling sering terkena yaitu kaki, leher, dan wajah.

Selain itu, melanoma juga bisa berkembang di area tersembunyi atau yang sama sekali tidak terpapar sinar matahari, seperti jari-jari kaki dan telapak tangan, kulit kepala, hingga alat kelamin. Kanker kulit juga sering terjadi pada Mukosa, yaitu selaput lendir yang melapisi hidung, mulut, kerongkongan, anus, saluran kemih, dan vagina, serta lapisan bawah selaput putih mata

Kanker melanoma terdiri dari empat jenis atau tipe, yaitu:

  • Superficial spreading melanoma

Kondisi ini termasuk yang paling umum pada batang tubuh atau anggota tubuh. Sel-sel kanker cenderung tumbuh di sepanjang permukaan atas kulit selama beberapa waktu sebelum akhirnya mulai tumbuh ke lapisan kulit yang lebih dalam.

ยท         Nodular melanoma

Kondisi ini termasuk tipe paling umum kedua yang paling sering muncul pada batang tubuh, seperti kepala, atau leher dan cenderung tumbuh lebih cepat daripada jenis-jenis yang lain. Biasanya berwarna hitam, namun bisa juga muncul merah, atau menyerupai pink.

  • Lentigo maligna melanoma

Tipe ini biasanya menyerang orang yang lebih tua, terutama di bagian tubuh yang paling banyak paparan sinar mataharinya. Umumnya kondisi ini dimulai dengan kemunculan noda pada kulit. Kanker kemudian akan tumbuh perlahan sebelum akhirnya mulai tumbuh ke lapisan kulit yang lebih dalam.

  • Acral lentiginous melanoma

Jenis yang satu ini termasuk paling langka, karena muncul di telapak tangan, telapak kaki, atau di bawah kuku. Biasanya tipe kanker kulit melanoma yang satu ini paling sering menyerang orang dengan kulit gelap.

Di samping itu, melanoma tidak selalu muncul seperti tahi lalat normal yang berwarna cokelat atau hitam dengan batas yang jelas. Melanoma bentuknya cenderung oval atau bulat dan berukuran sekitar 6 mm. Terkadang ada tahi lalat yang tak seperti normal dan menjadi tanda adanya kanker. Panduan ABCDE dapat membantu untuk mendeteksi tanda melanoma:

  • A atau asymmetrical, artinya tahi lalat berbentuk tidak beraturan
  • B atau irregular border, artinya batasnya tidak teratur bisa berlekuk atau bergerigi
  • C atau changes in color, artinya ada perubahan warna atau warna berbeda pada beberapa tahi lalat baru yang muncul
  • D atau diameter, artinya pertumbuhannya lebih dari 6 mm
  • E atau evolving, artinya tahi lalat terus berubah dari waktu ke waktu baik dari ukuran, warna, hingga bentuk

Tampilan tahi lalat kanker (ganas) sangat bervariasi. Beberapa mungkin menunjukkan semua perubahan yang tercantum di atas, sementara yang lain mungkin hanya memiliki satu atau dua karakteristik yang tidak biasa. Melanoma ini lebih berbahaya karena cenderung menyebar ke bagian tubuh yang lain. Untuk mengenali kemunculannya, berikut berbagai gejala kanker melanoma, yaitu:

  • Bentuk tahi lalat yang tidak biasa
  • Tahi lalat bertambah besar
  • Perubahan warna tahi lalat
  • Munculnya pigmen atau noda tak biasa pada kulit
  • Tahi lalat terasa perih dan tak kunjung hilang
  • Mengalami kemerahan atau pembengkakan di luar batas tahi lalat
  • Tahi lalat yang rusak dan berdarah
  • Tahi lalat yang terasa gatal dan nyeri jika ditekan
  • Pembengkakan kelenjar
  • Sesak napas
  • Nyeri tulang (ketika melanoma menyebar ke tulang)\

Mutasi genetik dan radiasi sinar matahari diduga kuat menjadi penyebab utamanya terjadinya melanoma. Kanker ini dapat disebabkan oleh perubahan DNA yang menghidupkan onkogen (gen yang membantu sel tumbuh dan membelah) atau mematikan gen penekan tumor. Selain itu, paparan sinar matahari berlebih juga bisa merusak DNA dalam sel-sel kulit, Terkadang kerusakan ini memengaruhi gen tertentu yang mengendalikan bagaimana sel kulit seharusnya tumbuh dan membelah. Jika gen ini tak lagi berfungsi dengan baik, sel yang terkena bisa berubah menjadi sel kanker. Pada sebagian orang, sel-sel kulit yang terpapar sinar matahari ini tidak mampu memperbaiki DNA yang rusak. Akibatnya, ia cenderung rentan mengembangkan kanker melanoma. Sementara itu, melanoma yang berkembang di area tersembunyi biasanya mengalami mutasi gen yang berbeda.

Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko kemunculan melanoma, yaitu:

  • Pernah memiliki luka bakar parah
  • Sering terpapar sinar ultraviolet
  • Memiliki kulit putih
  • Memiliki banyak tahi lalat di tubuhnya
  • Memiliki freckles (bintik-bintik coklat pada kulit)
  • Memiliki riwayat keluarga yang terkena melanoma
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Berikut gaya hidup dan perawatan rumahan yang dapat membantu mengatasi melanoma:

  • Tidak berjemur di bawah sinar matahari di siang hari
  • Tidak merokok
  • Makan makanan bergizi seimbang
  • Tetap aktif bergerak dan berolahraga sesuai kemampuan
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Menghindari stres dengan berbagai teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker kulit melanoma, yaitu:

  • Menghindari paparan sinar matahari berlebih di siang hari
  • Menggunakan tabir surya atau sunblock saat berkegiatan di luar ruangan dengan SPF minimal 30
  • Menggunakan pakaian tertutup saat berada di luar ruangan plus kacamata hitam dan topi untuk perlindungan menyeluruh
  • Menjauhkan diri dari berbagai hal yang bisa melemahkan sistem imun, misal menghindari HIV dengan tidak melakukan seks bebas
  • Memeriksa kulit secara teratur dan segera memeriksakan diri saat ada perubahan yang tak biasa.

sumber: diambil dari sumber sumber lainnya yang serupa

Photo by Kumparan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: