Ketahui 4 Macam Penyebab Terjadinya Osteoporosis

Scroll down to content

Osteoporosis atau pengapuran tulang adalah kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun. Kondisi ini membuat tulang menjadi keropos dan rentan retak. Pada umumnya Osteoporosis baru diketahui setelah ditemukan retak atau patah pada tulang, setelah pasien mengalami jatuh ringan. Retak pada pergelangan tangan, tulang pinggul, dan tulang belakang adalah kasus yang paling banyak ditemui pada penderita osteoporosis. Tulang akan terus beregenerasi dari waktu ke waktu. Ini berarti tulang yang telah rapuh akan terganti dengan tulang baru.

Saat masih kanak-kanak, tulang kita tumbuh dan mampu memperbarui diri dengan cepat. Pada rentang usia 16-18 tahun, tulang perlahan-lahan akan berhenti tumbuh, sementara massa tulang akan terus bertambah hingga usia akhir 20-an. Namun proses ini melambat seiring dengan pertambahan usia manusia. Secara perlahan, kepadatan tulang akan makin berkurang dan proses ini dimulai sekitar umur 35 tahun. Kurangnya konsumsi makanan yang mengandung kalsium menjadi salah satu penyebab utama osteoporosis.

Meskipun bersifat merusak, keropos tulang merupakan kondisi kesehatan yang berkembang dengan lambat dan sedikit atau tidak menunjukkan tanda-tanda sama sekali. Biasanya penyakit ini seringkali dibiarkan berkembang dan bertambah parah sebelum pasien menyadarinya dan menjalani perawatan. Beberapa gejala keropos tulang antara lain :

  • Nyeri punggung yang parah
  • Hilangnya berat badan
  • Bentuk tubuh yang buruk
  • Patah tulang

Banyak penderita keropos tulang yang tidak menyadari mereka terkena kondisi ini sampai mereka mengalami kecelakaan dan mengalami patah tulang karena kejadian tersebut. Selain hal tersebut, beberapa faktor lainnya juga dapat meningkatkan risiko berkembangnya osteoporosis, antara lain :

  1. Adanya riwayat penyakit anggota keluarga yang mengidap osteoporosis
  2. Sering mengonsumsi minuman keras dan merokok
  3. Penyakit yang menyerang kelenjar penghasil hormon, seperti  kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid)
  4. Malabsorpsi (ketidakmampuan usus untuk menyerap nutrisi dari makanan)
  5. Pemakaian obat-obatan dalam jangka panjang yang memengaruhi kekuatan tulang atau kadar hormon, seperti konsumsi prednisolon berkepanjangan.
  6. Kondisi-kondisi yang diakibatkan oleh peradangan pada organ tubuh, seperti rheumatoid arthritis, penyakit paru obstruktif kronis/COPD (chronic obstructive pulmonary disease), dan penyakit Crohn.

Penyebab Osteoporosis bisa dikarenakan beberapa hal, seperti :

  • Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat.
  • Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.
  • Osteoporosis sekunder dialami kurang dari 5% penderita osteoporosis, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan. Penyakit osteoporosis bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan osteoporosis.
  • Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Untuk penderita osteoporosis, penting untuk menjaga diri agar tidak mengalami cedera atau mengalami keretakan tulang. Pengidap yang telah lanjut usia disarankan untuk menjalani pemeriksaan penglihatan dan pendengaran secara teratur. Hindari penggunaan perabotan dan perlengkapan rumah yang berisiko untuk jatuh, terantuk, atau terbentur. Keretakan tulang dapat dirawat dengan rajin melakukan perawatan dengan mandi air hangat atau menyiapkan kantong kompres dingin. selain itu, relaksasi juga bisa membantu proses pemulihan.

Sumber: RS Awal Bros dan sumber pendukung lainnya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: