Kenali Tanda Glaukoma pada Anak yang Perlu Diwaspadai oleh Orangtua

Scroll down to content

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia. Ternyata glaukoma tidak hanya menyerang orang dewasa, melainkan juga anak-anak walaupun termasuk langka. Supaya tidak terlambat diberikan pengobatan, berikut beberapa ciri glaukoma yang terjadi pada anak.

Glaukoma merupakan kerusakan saraf mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan. Umumnya, kondisi ini diakibatkan oleh tekanan bola mata yang terlalu tinggi, sehingga saraf mata yang fungsinya untuk menghubungkan retina ke otak pun rusak. Akibatnya, indera penglihatan pun terganggu dan berisiko mengalami kebutaan.

Pada dasarnya, glaukoma yang menyerang anak-anak mirip dengan yang terjadi pada orang dewasa. Akan tetapi, penyakit ini biasanya disebabkan oleh faktor genetik, alias kemungkinan besar terdapat keluarga kandung yang memiliki riwayat kondisi ini.

Ciri Glaukoma pada anak Anda
Berikut ciri glaukoma pada anak seperti yang dilansir dari Children’s Hospital of Philadelphia.

  • Merasa nyeri pada daerah mata dan sekitarnya
  • Mata terus-terusan berair
  • Sensitif terhadap cahaya (fotophobia)
  • Melihat bayangan warna pelangi ketika berhadapan dengan cahaya
  • Salah satu mata terlihat lebih besar daripada lainnya
  • Kornea mata membesar
  • Penglihatan mulai memburam, sehingga sering menabrak sesuatu ketika berjalan

Jika tekanan pada bola mata meningkat, kemungkinan besar anak akan merasakan sakit dan ketidaknyamanan selama beraktivitas. Mungkin para orangtua perlu waspada ketika anak Anda sudah mulai rewel dan tidak nafsu makan.

Sama seperti orang dewasa, glaukoma pada anak terjadi pembuangan cairan dari mata terhalang oleh cedera pada jaringan pembuangan. Akibatnya, tekanan pada bola mata pun meningkatkan dan menyebabkan kerusakan pada saraf optik yang bisa berujung pada kebutaan.

Jika tidak ada seorang pun dari keluarga Anda yang pernah menderita glaukoma, kemungkinan besar kondisi ini terjadi karena adanya gangguan dan cedera pada mata anak.

Kondisi yang disebabkan oleh faktor genetik ini biasa disebut sebagai glaukoma primer, sedangkan yang terjadi akibat cedera lebih sering disebut glaukoma sekunder.

Sumber : Hello Sehat
Foto : Dynamic Graphics Group / Getty Images

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: